Browse By

Short Story #286: Susah Sembuh

“Ga masuk lagi si Merry?” Dania melihat bangku kosong di sebelahnya di dalam ruang ganti.

“Masih recovery mungkin.” Michelle menjawab santai sambil melanjutkan ganti baju.

“Recovery apanya?”

“Ya hatinya laaahh..” Michelle memberitahu. “Ga gampang kali buat dia diputusin sama cowoknya.”

“Emang hatinya luka gitu?”

“Sepertinya begitu.”

“Lah…” Dania berkomentar sambil kemudian menyelesaikan ganti bajunya dengan pakaian olahraga.

“Kamu sepertinya punya saran yang mujarab buat sembuhin luka. Coba ntar pulang sekolah ke rumahnya Merry, dan kasih dia wejangan.” Michelle menyarankan.

“Buat apa?”

“Ya biar dia cepet sembuh luka hatinya, dan masuk sekolah lagi.”

“Oh.. begitu.” Dania mengikat tali sepatunya, lalu sedikit pemanasan. “Cemen banget sih, kaya’ luka gara-gara perasaan paling susah sembuh dan paling susah bikin gerak aja.”

“Emang ada luka yang paling susah sembuh dan bisa bikin susah gerak banget?”

“Ada. Luka-luka di persendian, luar atau dalam. Juga luka di gusi atau syaraf mulut karena sakit gigi.” Dania memberitahu.

“Ebuset, itu beda bidang kali!” Michelle melempar Dania dengan perangkat olahraga yang akan mereka gunakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: