Browse By

Short Story #28: Takut

“Apa hal yang paling kamu takutin di dunia ini?” tanya Ilham pada Sofia di sebelahnya.

Sofia diam sejenak. Ia memandangi teman kuliahnya tersebut sambil memikirkan hal-hal yang membuatnya takut. Kecoak, ular, atau gelap?

“Aku paling takut tempat tinggi. Kalo udah ada di apartemen gitu, kecoak atau cicak, lewat deh. Aku pasti pingsan kalo liat ke tempat jendela ke arah bawah, atau ada di balkon gitu. Bahkan, di lantai atas mal aja kadang-kadang aku pusing kalo harus liat ke lantai bawahnya,” jawab Sofia panjang lebar.

Ilham diam menyimak. Ia meneguk minuman dinginnya.

“Kalo kamu, Ham?”

Ilham diam sejenak. “Hmm.. apa ya?”

“Lho kok nanya balik?” Sofia menjawab. “Atau emang cowok jarang-jarang punya rasa takut, ya?”

“Sebentar..” jawab Ilham pelan. Ia melihat ke arah meja sementara Sofia meneguk minuman dinginnya. Sejenak, suasana kantin kampus terasa sepi.

“Aku masih nunggu lho..” Sofia mengingatkan.

“Sabar dikit, kek. Ini lagi mikir tau..” jawab Ilham.

Sofia terkekeh.

Ilham memejamkan matanya. Menengadahkan kepalanya ke arah langit-langit kantin.

“Ah! Aku tau.” Ilham berkata pelan sambil membuka mata dan melihat ke arah Sofia yang sudah memandanginya.

“Apa tuh?”

Ilham diam sejenak.

“Hmm.. aku takut kalo aku harus jauh dari kamu. Ga bisa seterusnya sama kamu.” jawab Ilham. “Aku takut, aku ga bisa bikin kamu senyum atau ketawa lagi..”

4 thoughts on “Short Story #28: Takut”

  1. Ninna says:

    bisa aja deh ngegombalnye

  2. Andri says:

    oow,.. interest bgt bacanya …. meski gombal.. but… hem ;)) blog yg bagus bgt… asiik bisa baca novel online… *hihihihi)

  3. ernit says:

    beneran Mr. Gombal nih si Billyahakhak ^_^

  4. asmulti says:

    aih…. hahaha gombal deh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: