Browse By

Short Story #270: Dibandingkan

“Ternyata Rama brengsek juga. Sama aja kaya’ cowok-cowok lainnya.” Laila mengeluh sambil mendengus kesal.

“Lah, ada apa ini? Dateng-dateng kok marah-marah?” Jessie menutup bukunya lalu menatap heran Laila yang bolak-balik mengelilingi meja dapur.

Laila akhirnya berhenti, lalu duduk di salah satu kursi di dapur. Jessie melihat dari sofa di ruang tengah.

“Masa’ gue dibanding-bandingin?!” Laila mulai bercerita sementara Jessie diam siap mendengarkan. “Tadi gue sama dia lagi jalan ke taman gitu, trus ada cewek lewat. Oke, cakep sih emang gue juga ngaku, tapi masa’ terus gue dibanding-bandingin gitu?”

“Gimana?” Jessie bertanya segera karena ia merasa tidak menangkap maksud dari omongan Laila.

“Iya, gue dibanding-bandingin sama cewek itu…” Laila gemas.

Jessie diam. Ia masih kurang paham. “Dibanding-bandingin gimana?”

“Ya semuanya, lah!” Laila mulai kembali tak sabaran. Ia mulai bolak-balik lagi mengelilingi meja dapur.

Jessie turun dari sofa, lalu menghampiri Laila dan coba menghentikannya. “Gue ga tau persis lo dibanding-bandinginnya soal apaan, tapi ya… sabar aja lah. Mungkin dia keceplosan.”

“Tetep aja Jess.. Ga enak tau dibanding-bandingin. Gue paling ga suka sama orang yang suka ngebanding-bandingin gitu.” Laila berkomentar.

“Oke.. oke..” Jessie merespon.

“Ngeselin banget.. Beda sama mantan-mantan cowok gue yang lalu, mana pernah mereka ngebanding-bandingin gue!?”

“Eh, gimana?”

One thought on “Short Story #270: Dibandingkan”

  1. byakugie says:

    keren !! 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: