Browse By

Short Story #265: Sensitif

“Masih diem-diem aja?” Maria bertanya sambil menaruh mantelnya ke gantungan di balik pintu, lalu membuka sepatu boots-nya sebelum masuk ke ruang tengah.

“Masih. Sama seperti pas kamu berangkat tadi.” Katie menjawab santai sambil menonton TV.

Maria menuju dapur kecil di belakang ruang tengah, mengambil cangkir dan menuang teh hangat. Lalu menuju meja panjang dekat jendela samping. Salju kecil terlihat mulai turun di luar jendela di bawah langit yang gelap.

“Udah, jangan dipikirin.” Maria menyarankan.

Andra menoleh dengan enggan.

“Bisa jadi kamu aja lho yang terlalu sensitif. Omongan orang kan emang macem-macem sesuai dengan pribadinya.” Maria menambahkan. “You’d be better get over it.”

“Pengaruh zodiak kali.” celetuk Katie kencang, sehingga terdengar hingga ke dekat jendela.

“Iya emang. Pisces itu cenderung sensitif. Banget.” Andra menjawab sebal.

Maria mengusap-usap punggung Andra berusaha menenangkannya. “Udahlah..”

Andra menarik napas. “Terlalu sensitif atau engga, ga seharusnya juga sih mereka ngomong gitu ke aku.” Andra mengingat-ingat kejadian tidak enak beberapa malam sebelumnya.

“Yang begitu kan udah risiko manusia jadi makhluk sosial.. Tinggal kitanya aja gimana mau nyikapinnya. Entah itu kamu emang terlalu sensitif atau engga.” Maria merespon.

“Tapi emang ga enak lho jadi orang sensitif gini.” Andra menjawab. “Apalagi terlalu sensitif. Apa aja bisa berasa banget.”

“Berasa boleh, tapi jangan terlalu dipikirin atau dimasukin hati.” Maria menyarankan.

Andra diam. Ia kembali melihat ke arah jendela.

“Udah ya.. Udah.”

“Aku udah ga terlalu mikirin lagi sih omongan mereka itu.” Andra memberitahu.

“Bagus-” Maria hendak memuji tapi kemudian terpotong.

“Tapi ada yang lain yang bikin aku kepikiran dari malam itu. Tapi mungkin akunya aja yang terlalu sensitif jadinya ya berasa.”

“Emang apaan?” Maria penasaran.

Andra menghela napas sebelum melanjutkan perkataannya.

“Aku bingung aja, kok kamu kayanya ga nyadar kalo ada cewek namanya Katie di ruang tengah kita sejak beberapa malam lalu itu?”

One thought on “Short Story #265: Sensitif”

  1. Billy Koesoemadinata says:

    Note: orang yang sensitif cenderung ngerasain hal-hal di luar nalar/logika. Makanya kadang disebut berhalusinasi, padahal….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: