Browse By

Short Story #255: Empty

“Berhentilah bermuram durja.” Cathy menegur sahabatnya, yang berdiam diri saja di ruang tengah flat mereka.

“Engga, kok.” Rose menjawab sedikit enggan sambil menatap gelapnya langit yang sesekali dihiasi gemerlap kembang api dari jendela mereka.

“Buka aja pintu kacanya, sekalian ke balkon.” Cathy menyarankan.

“Buat apa?”

“Biar suara kembang apinya juga kedengeran.” Cathy memberitahu. “It’s new year eve.”

“Oh.” Rose menjawab sambil menggeser pintu kaca besar yang menjadi satu dengan jendela.

Debur kembang api terdengar dari jauh.

“Cheer up, will ya?” Cathy menegur lagi.

Rose menjawab dengan dengusan. Ia meneguk minuman ringan di tangannya.

“Bete karena ga jadi pergi?” Cathy penasaran.

“Bakal lebih bete lagi kalo jadi pergi.”

“Kenapa?”

“Begitulah.”

Cathy membiarkan sejenak sahabatnya itu yang kini sudah berada di balkon dan menyandarkan tangannya ke pegangan.

“You look sad.”

“I’m not. I’m just empty.” Rose memberitahu.

“Maksudnya empty?”

Rose menghela napas sejenak. “If you’re surrounded by people — even those you love, but you feel nothing.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: