Browse By

Short Story #23: Single, But Not Available

Sofia membuka pintu kedai kopi langganannya. Di sela-sela meja yang setengah penuh, ia langsung berjalan penuh percaya diri menuju meja pemesanan. Di sana, barista sekaligus pemilik kedai sudah menunggu.

“Pesenan biasa?” tanya Fajar, sang barista sekaligus pemilik kedai.

“Nope. Hari ini bedain, deh. Ga lagi espresso, tapi yang lebih creamy.” jawab Sofia.

“Cappuccino mau?”

“Mmm.. Caramel coffee cream aja kali ya. Mixed gitu. Bisa kan?”

“Special order buat pelanggan spesial, ya tentu saja bisa.” jawab Fajar.

“Great!” Sofia tersenyum simpul. Wajahnya tampak berbinar-binar.

“Ada sesuatu yang spesial hari ini?” tanya Fajar setelah memberi tanda pada karyawannya untuk membuat pesanan Sofia.

“Mmm….”

“Biar kutebak.” Fajar memotong sebelum Sofia menjawab. “Baru jadian?”

Sofia menggeleng.

“Oh, kalo gitu baru putus..” Fajar langsung menambahkan.

Sofia terbelalak sambil menyunggingkan senyum geli.

“Dari mana dapet kesimpulan seperti itu?” tanya Sofia segera.

“Yah, di jarimu ga ada cincin apa-apa. Terutama di jari manis. Dan, sepertinya hari ini kamu begitu bebas. Pasti kalo gitu baru putus.” Fajar menjelaskan.

Sofia menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tertawa kecil.

“Jangan bilang kamu anggep ini kesempatan buat ngajak aku ngedate…” sahut Sofia pelan sambil bergeser ke meja untuk mengambil pesanan.

Fajar perlahan mengikuti Sofia dari balik meja barista. Di tangannya sudah terdapat segelas caramel coffee cream pesanan Sofia.

“Kalo bisa, kenapa ga? I’m not married yet, and.. you’re single, right?” ucap Fajar. “Kamu masih single, ‘kan?” Fajar memastikan.

Sofia tersenyum kecil sambil menerima gelas minumannya dari Fajar.

“Single? Iya-” ucap Sofia pendek. Tapi belum ia melanjutkan kata-katanya, Fajar langsung memotong.

“The coffee is free, charged on the house then.” potong Fajar.

“Wah, terima kasih lho, Fajar.”

“Jadi, kapan ada free time buat ngedate?” Fajar bertanya segera sebelum Sofia beranjak.

“I didn’t finished my answer yet. I’m single, but not available, Jar.” jawab Sofia. “I’m engaged. I’ve been proposed to marry my men, just this morning before I went here.”

Sofia tersenyum sambil mengangkat gelas minumannya pergi dari meja pengambilan pesanan. Meninggalkan Fajar yang menggeleng-gelengkan kepalanya.

3 thoughts on “Short Story #23: Single, But Not Available”

  1. Ceritaeka says:

    Hmm si Fajar boleh dikenalin ke temen2 gue deh Bil 😀

  2. almascatie says:

    jadi berpikir untuk mulai invisible :))

  3. Billy Koesoemadinata says:

    @Eka hahaha.. ini jadi headhunter gini ceritanya.. :))@almascatie lho? Kenapa jadi invisible?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: