Browse By

Short Story #215: Keyakinan dan Kenyataan

Ira menyeruput kopinya yang mulai dingin dari gelas kertas di genggamannya. Sudah hampir sejam ia belum bergerak dari posisinya.

“Kamu harus istirahat.” Joseph memberitahu Ira dari ambang pintu.

“Nanti aja. Gampang.” Ira segera menjawab tanpa mengalihkan pandangannya. “Toh aku juga ga ngapa-ngapain, dari tadi cuman duduk doang.”

“Fisikmu iya, tapi batinmu?”

Ira mendengus saja.

“Ayolah, istirahat saja sejenak. Sejam atau mungkin kurang.” Joseph kembali memberitahu. “Aku bakal di sini, gantiin kamu selama kamu istirahat nanti.”

“Thanks, but no thanks.” Ira menjawab. Kali ini melihat ke arah Joseph yang masih di ambang pintu.

Joseph mendengus.

“Kenapa sih kamu ngelakuin ini? Seakan-akan lupa sama kenyataan.” Joseph berkomentar.

“Karena aku punya keyakinan, Joe.” Ira memberitahu.

“Aku tahu kamu punya keyakinan, kalo dia bakal lekas sehat lagi, sadar lagi, tapi… nyatanya dokter aja belum tahu apa penyebab dia begini padahal beberapa hari yang lalu semua kondisinya bagus.”

“Justru karena itu aku yakin.” Ira kembali memberitahu. “Kalo beberapa hari yang lalu aja kondisinya bagus trus tiba-tiba bisa mendadak begini… bukan ga mungkin tiba-tiba aja dia juga bisa langsung sadar..”

Joseph menghela napas.

“…dan aku pengen ada di sebelahnya, saat itu terjadi.”

“Okay. Okay.” Joseph mengalah. “Janji aja sama aku, aku ga mau kamu sampe harus dirawat karena kurang istirahat atau makanan karena terlalu mendalami keyakinan kamu.”

“Tenang Joe… aku ga segila itu.” Ira menjawab. “Lagipula, keyakinanku ini sudah cukup untuk membuatku terus berada di sini.. karena kadang keyakinan itu membuat orang untuk bergerak melakukan yang ia bisa melebihi batas yang ia tahu, sementara kenyataan cenderung membuat orang skeptis, lupa dan tak percaya terhadap keajaiban.”

2 thoughts on “Short Story #215: Keyakinan dan Kenyataan”

  1. oelpha says:

    billy ini jago bener dah bikin speechless baca tulisan-tulisannya 😐

    1. Billy Koesoemadinata says:

      makasih ya pha..

      inget ya, tiap senin ada cerita baru buat bikin speechless mingguan.. *eh*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: