Browse By

Short Story #212: Babak Baru

“Kamu diem aja dari tadi.” Alda mengomentari Jessica, rekan seperjalanannya.

“Lagi pengen.” Jessica memberitahu.

“Tumben banget.” Alda memberitahu. “Dari kemaren sebelom kita berangkat, kaya’nya kamu excited banget bilang mau begini-begitu di sini.”

“Iya sih.” Jessica menjawab.

“Trus?” Alda penasaran.

Sebuah pemberitahuan mengenai kedatangan subway di stasiun terdekat pun terdengar. Jessica masih diam tak menjawab dan hanya melihat ke arah lorong gerbong subway yang ia tumpangi. Membelakangi Alda.

“Naik subway gini bikin inget dia ya?” Alda menebak.

“Begitulah.”

“Oh.”

Subway yang tengah mereka tumpangi tiba di stasiun Itaewon, Seoul. Beberapa penumpang terlihat naik dan turun. Setelah beberapa menit, subway pun jalan lagi dengan membawa Alda dan Jessica di salah satu gerbongnya karena mereka sedang menuju Dongdaemun.

“Hidupmu itu kaya’ buku novel.” Alda berkomentar lagi.

“Maksudmu, hidupku dramatis? Ceritaku dibuat-buat? Rekaan fiksi gitu?” kali ini Jessica langsung merespon dengan langsung menghadap ke Alda.

“Bukan.” Alda menjawab dengan tenang.

“Trus apa?” giliran Jessica yang penasaran.

“Well.. Kamu bilang, kamu mau mulai babak baru makanya kamu pengen jalan-jalan jauh gini. Ngajak aku pula.”

“Aku emang pengen mulai babak baru kok.”

“Iya.. tapi gimana kamu bisa mulai babak baru di hidup kamu kalo kamu masih terus-terusan penasaran dan baca ulang bab hidupmu yang udah lalu?” Alda bertanya.

2 thoughts on “Short Story #212: Babak Baru”

  1. debby says:

    aaa….. biasanya cewe yang suka ingat lembaran lalu, ini kok cowo ya? T__T

    1. Billy Koesoemadinata says:

      @debby Apanya yang cowok ya? *mikir*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: