Browse By

Short Story #209: Ga Temenan Lagi

“Gimana kabarnya si David?” Anita bertanya sambil menepuk pundak Catherine.

Catherine menoleh sambil memberikan muka cemberut.

“Kabarnya jelek?” Anita menebak. Ia lalu duduk di sofa sebelah Catherine.

“Justru aku ga tau kabarnya sama sekali.” Catherine memberitahu.

“Lho? Kok bisa? Bukannya kalian temenan baik?”

“Iya. Tapi itu dulu.”

“Maksudnya? Sekarang ga temenan lagi?” Anita memburu karena penasaran.

Catherine mengangguk. Malas. Ia kembali fokus mengutak-atik aplikasi di ipad-nya.

“Darimana kamu tau?”

“Pokoknya aku tau.” Catherine menjawab tegas.

Anita diam sejenak. Suasana hati Catherine sepertinya sedang tidak baik. Tapi, rasa penasarannya lebih besar ketimbang nalurinya yang menyatakan agar diam saja.

“Dia ngomong sendiri ke kamu kalo ga mau temenan lagi?”

“Ga musti dia ngomong, aku udah tau kalo dia ga mau temenan lagi.” Catherine memberitahu.

Anita mengelus pundak Catherine dari jarak tertentu.

“Sabar ya..” Anita menghibur.

Catherine hanya mengangkat sebelah alisnya sambil kemudian menghembuskan napas. Pandangannya tetap fokus ke ipad di tangannya.

“Aku masih penasaran deh, gimana sih caramu tau kalo dia ga mau temenan lagi sama kamu kalo dia ga ngomong sendiri? Ada orang yang bilang sama kamu?”

Catherine menghela napas. Wajahnya mulai menampakkan kemasaman sementara Anita menunggu dengan cemas.

“Ini lho, aku di-unshare di Path, twitterku diblok, dan aku di-unfriend di Facebook.” Catherine memberitahu sambil menunjukkan tampilan ipadnya.

Anita pun langsung menepuk jidatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: