Browse By

Short Story #208: Ketiduran Nyenyak

“Tidur.. tidur sana..” Lukas menyuruh adiknya yang terkantuk-kantuk di sofa ruang tengah bersamanya.

“Ntar dulu.” Peter menjawab sigap sambil langsung duduk tegak agar kantuknya hilang.

“Yee… orang udah ketiduran juga. Masih aja maksa nahan ngantuk.” Lukas berkomentar sambil mengunyah berondong jagung yang sudah ia bikin sedari tadi.

“Filmnya udah mau abis, ya?” Peter menebak sambil mengusap-usap matanya.

“Ya iyalah.. lo kan nontonnya sambil merem-melek tadi. Malah bisa jadi lo udah ketiduran.” Lukas meresepon. “Coba, yang terakhir lo inget dari filmnya apaan?”

Peter diam. Ia berpikir sambil melihat Lukas, abangnya yang seakan-akan sudah tahu jawabannya.

“Ga inget gue. Kaya’nya pas ketemu si itu deh.” Peter akhirnya menjawab.

“Nah kan.. pas adegan itu tuh, baru setengah di filmnya.” Lukas bereaksi geli. “Berarti lo beneran ketiduran setengah film.”

Sementara Peter berpikir keras dan coba mengingat-ingat lagi adegan film terakhir di kepalanya, sepanjang itu pula Lukas tertawa geli.

“Ketidurannya nyenyak banget sih..” Lukas mengejek.

“Enak aja.” Peter merespon segera.

“Pasti mimpi indah tuh, karena tadi udah liat beberapa aktris ceweknya yang cakep-cakep, trus ketiduran nyenyak.” Lukas mengejek.

“Boro-boro, bang.” Peter menjawab. “Kalo lagi jomblo gini ada juga mimpi buruk.”

“Lho, kok bisa?” Lukas penasaran.

“Ya iyalah bisa.. Riil-nya aja belom tentu punya cewek, lah ini kalo tu aktris cakepnya kebawa mimpi, malah jadi mimpi buruk secara pasti tetep susah didapet.”

Lukas terdiam. Ia merasa geli sekaligus bingung.

“Mikir lo susah amat yak. Pantesan aja ketiduran nyenyak soalnya bangunnya aja mikirnya susah banget. Ngabisin tenaga, sih.” Lukas mengomentari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: