Browse By

Short Story #200: Super

“Gimana ya rasanya jadi pahlawan super?” celetuk Michelle sambil memandang ke langit biru di luar jendela bus sekolah yang sedang berjalan.

“Pahlawan super? Maksudmu, superhero?” Reza yang duduk di dekatnya merespon, sambil melepas earphone ipod-nya.

“Iya, superhero.” Michelle menjawab. “Rasanya gimana ya?”

“Gue tau.”

“Eh, emang gimana?”

“Supeeeerrr..” jawab Reza sambil menirukan gaya bicara seorang motivator.

“Yaelah..” mimik tertarik Michelle langsung hilang. Ia kembali melirik langit biru.

“Lho, tapi bener ah.. jadi pahlawan super alias superhero, pasti rasanya super.” Reza melanjutkan. “Super segalanya malah..”

“Yea.. right..” Michelle merespon dengan malas.

Reza mengubah posisi duduknya hingga menghadap ke arah Michelle sebelum kemudian menyentuh pundaknya sampai berbalik.

“Pahlawan super itu.. manusia juga, ‘kan?” tanya Reza.

“Trus?”

“Ya.. kalo manusia biasa aja punya perasaan biasa, maka pahlawan super adalah manusia super, dan pastinya mereka punya perasaan super.” Reza menjelaskan. “Misalnya kalo manusia ngerasa senang, maka pahlawan super ya rasanya super senang. Kalo manusia biasa ngerasa kuat, maka pahlawan super…”

“…Super kuat.” Michelle melanjutkan yang langsung dijawab anggukan Reza. “Oh.. jadi gitu.”

“Yup.” Reza merespon. “Tapi, karena mereka juga manusia, maka jangan lupakan juga perasaan sedih, kesepian, kangen, dan lain-lain..”

“Karena kalo gitu, berarti pahlawan super berarti super kesepian, super sedih, super kangen…” Michelle menggumam, namun suaranya masih terdengar oleh Reza.

Lalu hening. Michelle kembali melihat ke luar jendela dan sibuk dengan pikirannya, sementara Reza membungkuk dan mendekati posisi tas punggung yang sedari tadi berada di kakinya.

Beberapa menit kemudian, Michelle kembali menengok ke arah Reza.

“Kamu sepertinya tau banyak hal soal superhero.” Michelle berkomentar sambil menepuk Reza yang masih membungkuk. “Suka baca komik, ya?”

“You don’t have to be a superhero to know about that. You just need to imagine it.” jawab Reza sambil tersenyum dan duduk tegak, setelah memastikan tasnya tertutup dan beberapa barang berupa jubah dan pakaian ganti yang ada di dalamnya tak terlihat oleh siapapun.

9 thoughts on “Short Story #200: Super”

  1. saifulmuhajir says:

    Salam super!

  2. setelahjamlima says:

    ceritanya asik.. 😀 salam super om Billy..

  3. aftri says:

    Waaaahhh! Sudah sampai 200!!
    Keep up the good work, Billy 😉

  4. wiwikwae says:

    Zuper sekali! udah 200 aja. Mantabh kali bung billy ini.

  5. umenumen says:

    *makan supermi* 😆

  6. Tina Latief says:

    kalau aku sih tetep butuh super hero, misalnya masakin kalau laper 😀

  7. lindaleenk says:

    *berubah jadi supercantik* #halag

  8. Aming says:

    Super sekali,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: