Browse By

Short Story #194: Let In

“She’s gone.” Mike berkomentar saat kembali mendapati Ferry tengah menatap foto seorang gadis. Kali ini, di ruang tengah apartemen mereka.

“Iya, aku tahu.” Ferry menjawab tanpa mengubah posisinya. Tangannya masih menggenggam foto tadi.

Mike membuka kulkas, mengeluarkan sebotol air minum, lalu melemparkan dirinya ke sofa di depan Ferry.

“You should’ve moved on. Just like her.” Mike mengomentari lagi.

“Mungkin.” Ferry merespon roommate-nya.

“Mungkin ga perlu move on, atau mungkin dia juga sebenernya belom move on?” Mike iseng bertanya.

“Mungkin keduanya.” Ferry menjawab. “Mungkin juga ga keduanya.”

Mike mendengus.

“Kenapa?”

“Kamu seperti abege baru putus cinta aja. Galau dan labil.” Mike kembali berkomentar.

“Emangnya aku ga boleh begitu?” Ferry kembali merespon. Kali ini menatap Mike, namun foto gadis tadi masih di tangannya.

“I didn’t say like that.” Mike buru-buru menjawab. “Aku cuman bilang, kamu seperti abege. That’s it.”

“Emangnya kamu kalo putus cinta ga labil? Ga galau?” Ferry balik bertanya.

“Mungkin iya, tapi aku coba ga mikirin soal itu.” Mike menjawab. “Terakhir kali aku ngerasa begitu, udah beberapa tahun yang lalu.”

“Jadi, kamu udah move on dari hubungan terakhirmu ke hubungan sekarang?” Ferry balik bertanya.

Mike menatap Ferry dan mengabaikan tayangan TV. Why does it become about me?

“Ya… sebut aja gitu.” Mike memberitahu. “Dan, kamu juga harusnya bisa ngelakuin itu. You may have been left, which is also meant that you deserve better than those who leave you.”

Ferry terdiam mendengar komentar Mike.

“Open your eyes. Move on. Get ready to let love out of your heart to other people.” Mike menyarankan.

“The thing is.. I don’t think move on is just about letting love out of our heart. It’s also about letting love in.” Ferry menjawab. “Dan aku sulit untuk melakukan yang terakhir itu.”

3 thoughts on “Short Story #194: Let In”

  1. oelpha says:

    *tertegun*

  2. Ivan Prakasa says:

    Mungkin Ferry harus belajar bahwa cinta itu tak harus memiliki…

  3. Swastika says:

    *tergugah*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: