Browse By

Short Story #189: Someone Who Makes Me Feel Perfect

“I think I’m gonna quit.” Mela berkomentar sambil berhenti menulis bukunya. Penanya ia simpan di tengah-tengah lipatan buku, lalu menghembuskan napasnya.

Sambil menyandarkan badannya ke sofa, Mela menggosok-gosokkan kedua tangannya. Menghangatkan. Menghilangkan rasa dingin akibat paduan pendingin ruangan café dan hujan deras sore hari.

“You said once, writing is your passion.” Desi mengomentari sambil mengepulkan asap rokoknya.

“Ya, aku bukan berhenti nulis. Tapi berhenti yang lain.” Mela memberitahu sambil kemudian mengempit kedua tangannya ke dalam ketiak sambil melihat keluar jendela café. “Berhenti nyari tepatnya.”

“Mister perfect?” Desi menebak.

Mela mengangkat sebelah alisnya.

“Jodoh itu bukan dicari, tapi ditemukan.” Desi mengomentari lagi.

“Iya. Aku tahu itu.”

“Trus, kenapa kamu berhenti? Emangnya kamu udah dapet yang sempurna?”

“Belum, sih.” Mela memberitahu. “Atau mungkin aku udah ga perlu lagi.”

“Kok bisa?”

Mela menarik napas, sementara Desi penasaran sambil kembali mengepulkan asap rokoknya lagi setelah sebelumnya memenuhi dadanya dengan asap rokok tersebut.

“Aku punya Dion.” Mela memberitahu.

“Dion?” Desi kemudian tertawa. “Sejak kapan kamu jadi pasrah nerima dia? Sejak kamu ga dapetin mister perfect sesuai kriteria kamu?”

“I will never find that perfect person for me.” Mela mendengus. “But I can find someone who makes me feel perfect when I’m with him.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: