Browse By

Short Story #188: Awal yang Baru

“Kenapa sih kamu ngelakuin ini?” tanya Angel.

“Perjalanan ini?” Erik justru balik bertanya. “Aku sih pengennya kita bisa lebih mengenal aja dengan perjalanan ini. Pemandangannya juga bagus kan sepanjang jalan.”

Angel menghela napas lalu meraih kotak yang telah berada di depannya. “Bukan itu, tapi ini.”

Erik, lelaki yang tengah duduk di depan Angel hanya bisa terdiam. Ia tak menyangka jika setelah menyodorkan sekotak cincin justru akan berujung pertanyaan akan penyebab mengapa ia melakukannya.

“I love you.” Erik memberitahu. “I’m wishing us to get married.”

“Begitu aja?” Angel seakan meragukan.

“Emang begitu realitanya.” Erik memberitahu.

“Trus dulu kenapa kamu ngejauhin aku?” Angel bertanya lagi. Kali ini dahinya berkerut.

Erik menarik napas dan menghembuskan dengan mulutnya. Ia menoleh sejenak ke pemandangan di luar jendela kereta yang sedang bergerak, lalu membiarkan punggungnya menempel ke sandaran kursi.

“Itu kan masa lalu.” Erik berkomentar.

“Tapi masa sekarang ga akan ada kalo ga ada masa lalu.” Angel merespon.

“Buat aku lebih penting masa sekarang dan masa depan.”

“Benarkah?”

“Iya, benar.” Erik menjawab. “Tapi bukan berarti ga peduli masa lalu, ya.”

“Trus, kenapa dulu ngejauhin aku?” Angel mengulang pertanyaannya.

Erik kembali menarik napas dan menghembuskannya.

“Apa sih maumu?”

“Ya aku penasaran aja, dulu kamu begitu, sekarang begini…” Angel memberitahu. “Aku ga mau aja, sekarang kamu mau serius sama aku sampe ngelamar segala, tapi di kemudian hari.. who knows, kamu malah pergi dengan mudahnya seperti kamu dateng kembali ke hidup aku seperti sekarang ini.”

Erik diam. Mau tak mau ia memikirkan kata-kata Angel tersebut.

“Waktu mengubah semuanya.” Erik memberitahu.

“Termasuk mengubah nanti?” Angel bertanya.

“Angel, ga ada orang yang bisa kembali ke masa lalu dan mulai lagi sebuah awal yang baru. Aku yakin itu. Tapi…” Erik berhenti sebentar. “Siapapun bisa memulai sebuah awal yang baru hari ini, dan ngebuat sebuah akhir yang baru.”

One thought on “Short Story #188: Awal yang Baru”

  1. icit says:

    Amin…

    #halah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: