Browse By

Short Story #184: Perfect

“Kamu lagi banyak pikiran, kayanya.. Ada apa?” Andy penasaran sambil menggenggam tangan Fitri, kekasihnya.

Fitri menarik tangannya. Memberi jarak antara ia dan Andy, walau sudah ada meja café di antara mereka.

“Cerita dong..” Andy meminta.

Fitri menghela napas sambil menyandarkan badannya.

“Kalo kamu keliatan lagi banyak pikiran trus ga mau cerita sama aku tuh, bikin aku sedih.” Andy memberitahu. “Aku seperti ga dipercaya sama kamu.”

“Bukan begitu.” Fitri buru-buru menjawab.

“Trus kenapa? Cerita dong ada apa..” Andy bertanya lagi.

Fitri menghela napas lagi. Ia membiarkan Andy menatapnya lagi. Membiarkan kedua pandangan mereka beradu. Mencari-cari sesuatu. Perasaan.

“Sepertinya aku ga bisa lanjutin hubungan ini.” Fitri memberitahu.

Singkat dan jelas. Namun efeknya seperti sayatan belati di dalam hati.

Andy meneguk ludah. “Kamu minta supaya hubungan kita sampai di sini aja?”

“Iya.”

Giliran Andy yang menghela napas. Namun, bukannya emosi atau mengekspresikan perasaannya, ia justru melihat Fitri. Mengamatinya. Memperhatikannya. Mempelajarinya. Ia sudah begitu mengenalnya.

“Kenapa?” Andy bertanya.

“Karena kamu sempurna.” jawab Fitri.

“Itu bukannya alasan yang paling tepat buat kamu supaya tetep pertahanin hubungan ini?”

“Iya. Tapi…” Fitri berhenti sejenak. “Aku bukan sosok yang sempurna untukmu.”

Andy memejamkan matanya sejenak. Ia lalu membuka matanya lagi, dan melihat Fitri masih berada di depannya. Masih di sana dengan wajah yang terlihat datar. Wajah yang dibuat sebisa mungkin untuk menyembunyikan emosi.

“Aku ga pernah minta kamu buat jadi sempurna.” Andy memberitahu.

“Tapi aku ga nyaman dengan ketidaksempurnaan aku!” Fitri langsung merespon. “You’re just too good to be true for me. Aku ga cukup layak buat kamu.”

“Biarin aku yang ngenilai, kamu layak apa engga buat aku.” Andy mencoba menenangkan sambil menarik telapak tangan Fitri, dan menggenggamnya.

“Tapi..”

“Ssstt..” Andy mendiamkan Fitri. “For your information, I don’t need to find the perfect someone. What I need is finding the right someone for me, and that’s what make you perfect.”

One thought on “Short Story #184: Perfect”

  1. Ivan Prakasa says:

    Ohh…. Fitri… kamu mengakhiri hubungan dengan alasan yg tidak bisa diterima oleh banyak pria… 😛
    jadi akhirnya mereka ga putus kan?! Ya ya ga putus kok… *nanya sendiri jawab sendiri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: