Browse By

Short Story #181: Delivery

“Udah makan, belum?” Jeremy bertanya membangunkan Clara yang tertidur di sofa.

Clara tak langsung menjawab. Ia bergerak-gerak menggeliat sambil mengusap-usap matanya. Lalu menguap.

“Udah makan, belum?” Jeremy bertanya lagi.

“Belum.” Clara akhirnya menjawab dengan suara serak, sambil mendudukkan dirinya di sofa.

Jeremy berdiri dari sebelumnya duduk di sandaran sofa. Sejak tiba di apartemen, ia langsung duduk di sandaran sofa untuk kemudian menghampiri Clara. Ia tahu Clara tertidur, karena TV masih menyala. Dan, Clara biasanya tertidur sambil menonton TV.

“Sori ya, aku tadi ngedadak harus ngurus ini-itu.” Jeremy menyimpan jaketnya, lalu menghampiri dapur sambil minum segelas air.

Clara menatap sambil menahan kantuk dari balik sofa. Ia terlalu malas untuk beranjak ke kamar.

“Ga delivery apa-apa dari tadi?” tanya Jeremy sambil duduk di sofa, lalu mengelus kepala Clara yang sudah merebahkannya di pangkuan.

“Engga. Males.”

“Ah kamu.. kebiasaan.”

“Kamu juga ngedadak harus ngurus ini-itu jadi kebiasaan.” Clara langsung merespon.

Jeremy tak bisa menjawab. Ia merasakan ucapan Clara agak tajam, tapi memang itulah kenyataannya. Beberapa minggu terakhir, ia selalu saja ada yang harus diurus hingga larut.

“Ya tapi kan kamu pas pulang bisa langsung pesen delivery sebelum males.” Jeremy akhirnya memberitahu.

“Keburu ngantuk. Capek di jalan tadi.” Clara menambahkan alasannya.

Jeremy kembali mengelus-elus kepala Clara yang mulai memejamkan matanya lagi.

“Padahal kan delivery gampang.. tinggal telepon doang, trus siapin duitnya.. bahkan ada delivery yang bisa dibayar pake kartu kredit pas dateng.” Jeremy memberitahu.

“Kalopun aku pengen delivery, ga segampang itu kaya’nya.”

“Lho, emang mau delivery apa?”

“Aku pengen delivery kamu. Dianter langsung ke depan aku, kapanpun aku mau ga peduli kamu lagi ngapain.” Clara memberitahu. “Terutama, kalo aku udah sampe di rumah.”

3 thoughts on “Short Story #181: Delivery”

  1. saifulmuhajir says:

    *pencet nomor telepon*

  2. Wong Ndablek says:

    Waduh mang orang bisa dipaketin ya hehehe

  3. nengbiker says:

    jeremy tety?

    *kabur*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: