Browse By

Short Story #180: Karena Ibumu Yang Minta Begitu

“Gimana? Masih belum ada gambaran?” Teddy bertanya pada remaja yang sedari tadi bolak-balik membuka berbagai foto.

“Gambarannya masih sama. Ga jelas.” Mila menjawab.

“Padahal aku udah kasih semua foto-foto yang paling bagus yang pernah aku punya.” Teddy memberitahu sambil menyerahkan lagi tumpukan foto-foto yang ia punya. Kebanyakan foto-fotonya adalah gadis kecil – dirinya, dan seorang pria dewasa yang sulit ia kenali.

“Ini dia juga?” Mila bertanya.

“Iya.” Teddy mengangguk sambil duduk di sofa di dekat Mila.

Mila menggeleng. Bibirnya merengut. “Entah kenapa ga ada ingatan sedikitpun soal dia. Apalagi foto-foto ini. Ga ada yang muncul sedikit pun.”

Teddy diam. Ia mendengarkan.

“Ya.. momen-momen yang mirip foto ini memang ada, tapi semua yang ada di ingetan aku ya aku sama ibu. Bukan sama dia.”

“Listen to your heart, then.” Teddy memberitahu.

“I am listening.”

“Trus, apa katanya?”

“Hening. Belum ada apa-apa.”

TOK! TOK! Pintu apartemen diketuk. Teddy langsung menuju pintu dan bersiap membukanya. Sementara itu, Mila menarik napas. Menunggu. Bersiap.

Seorang pria paruh baya berada di balik pintu yang dibuka Teddy. Kerutan dan uban terlihat di beberapa bagian dari badannya, tapi ia masih terlihat tegap. Kuat.

Teddy terlihat menyalaminya. Memeluknya seakan menemukan sahabat lama. Lalu, Teddy mempersilakannya masuk sambil menunjukkan Mila yang tengah duduk menunggu di sofa.

“You look beautiful.” pria itu memberitahu Mila yang belum bisa bersuara.

“Dia penasaran banget pengen ketemu Ayah sampe ga bisa ngomong.” Teddy bergurau yang disambut tawa renyah dari pria itu.

“Kenapa aku ga pernah ketemu kamu sejak lama, ya?” Mila akhirnya bersuara.

“Karena Ibumu yang minta begitu.” jawab pria tua itu.

“Trus kenapa Teddy masih bisa ketemu?” tanya Mila lagi.

“Karena Ibumu yang minta begitu.” pria tua itu memberitahu lagi. Mengulang jawaban yang sama.

Mila menutup matanya sejenak. Memikirkan pertanyaan apa lagi.

“Kenapa kamu jarang pernah ada di foto-foto aku dari kecil?”

“Karena.. akulah yang membuat foto-foto itu.” pria itu menjawab sambil menutup sebagian wajahnya seakan-akan memegang kotak kamera. “Ayahmu inilah yang berada di belakang kamera.”

Mila hendak bertanya “kenapa” lagi, namun ia kemudian mengenali bagian wajah yang sudah lama sekali tak ia lihat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: