Browse By

Short Story #175: Dewasa

“Dulu kamu ga begini.” Rita memberitahu sambil melepas pegangan tangan Andar, kekasihnya.

“Apa maksudmu?” Andar langsung menoleh. Membiarkan pancaran sinar mentari senja yang mulai memasuki peraduan.

“Iya. Dulu kamu beda. Ga begini.” Rita menjawab sambil melihat ke arah garis laut terjauh. Membiarkan rambutnya yang tergerai ditiup angin laut.

“Aku ga ngerti maksud pertanyaanmu.” Andar merespon, sambil kembali melihat ke arah senja. Melipat tangannya sebagai tumpuan di atas sandaran pelabuhan.

“Kamu berubah, Ndar.” Rita memberitahu.

Andar tetap bergeming.

“Kamu ga sehangat dulu lagi. Pegangan tanganmu tak seantusias dulu lagi. Pancaran matamu tak sedalam dulu lagi.” kini giliran Rita yang berkata-kata sambil melihat ke arah Andar.

Andar menarik napas, dan membuangnya.

“Mungkin itu perasaanmu aja.”

“Atau mungkin kamu yang benar-benar berubah.” Rita merespon cepat.

Andar kembali menghela napas.

“Aku ga berubah.”

“Trus apa?”

“Aku cuman bertambah dewasa, dibandingkan sepuluh tahun yang lalu saat kita memulai hubungan ini dan masih di status yang sama.” Andar memberitahu.

One thought on “Short Story #175: Dewasa”

  1. Ivan Prakasa says:

    Jadi setelah 10 tahun hubungan mereka masih begitu2 aja…?! Puk puk Rita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: