Browse By

Short Story #173: Kecewa

“Mending kamu pikirin lagi, deh Ran..” Tio menyarankan sambil mengulurkan tangannya.

Rani tak memedulikan saran Tio. Ia juga tak melihat sama sekali uluran tangan Tio.

“Masih banyak hal yang bisa kamu lakuin, lho Ran..” Tio memberitahu lagi.

“Seperti apa?!” Rani tiba-tiba merespon dengan membentak.

Tio langsung berpikir cepat. “Keliling dunia mungkin? Atau keliling Indonesia?”

“BUAT APA?!” Rani kembali bertanya dengan bentakan. Kali ini, bentakannya lebih keras. Air mata mengalir di pipinya.

“Buat nambah ilmu, nambah pengalaman, dan paling penting… nambah semangat.”

“But I don’t need ‘em all.” ucap Rani lirih. “Semua yang di dunia ini udah ga aku perluin lagi..”

Tio diam sejenak. Ia terus berpikir apa yang bisa ia lakukan agar Rani bisa terbujuk oleh kata-katanya, dan mau meraih uluran tangannya.

“Tapi dunia ini, dan juga orang-orang lain di dunia ini ngebutuhin kamu..” Tio memberitahu.

“Orang-orang siapa, Tio?! SIAPA?!” Rani berteriak histeris.

“Banyak.. contohnya adalah mereka yang belum pernah kamu temui.. atau mereka yang sudah lama selalu ada buat kamu, bantuin kamu, nemenin kamu apapun kondisinya..” Tio menjawab.

Rani tak merespon. Kepalanya sudah mulai pening akibat terkena sinar mentari sejak sekitar setengah jam yang lalu. Tangannya mulai lemas. Posisinya di pinggir gedung mulai goyah, tapi Rani masih berdiri. Menghadap Tio, membelakangi area terbuka yang berpotensi menjadi arahnya jatuh.

“Aku ga percaya.” Rani berkata pelan. “Semuanya udah bikin aku kecewa. Atau bahkan kecewa padahal aku ga maksud begitu.”

“Tapi semuanya bisa diperbaiki, Ran.. Pasti bisa.” Tio menjawab.

“Ga bisa, Tio. Everything can’t be fixed.” Rani menyanggah. “Perasaan aku, cinta aku, udah hancur, Tio.. Padahal aku udah ngasih segalanya.”

Tio diam, menunggu, membiarkan Rani mengeluarkan seluruh isi hatinya.

“And when I gave everything for love, it fails me.”

“Love never fails you, Ran.. the person you’re in love with, who did.” Tio merespon.

Rani melihat ke arah Tio, pandangannya berkunang-kunang. “Kamu mungkin bener, Tio. Mungkin. Tapi apa aku bisa dapetin orang yang ga bakal ngecewain aku?”

“You have it already. You have me.” jawab Tio sambil langsung berlari dan sigap menarik badan Rani yang mulai lemas dan hampir terjatuh akibat posisinya goyah.

5 thoughts on “Short Story #173: Kecewa”

  1. Indah Juli says:

    Aaaah, Love never fails bikin termehek-mehek.
    Btw, ide ceritanya dari kejadian nyata ya 😀

  2. aftri says:

    deg-degan bacanya –“

  3. YessyKdewi says:

    Sukakkkkkkk….sama cerita nya..
    tapi sayang “short story” :’)

  4. Billy Koesoemadinata says:

    @indahjuli ide ceritanya itu.. ada deh. :mrgreen:

    @aftri kenapa? kenapa?

    @yessykdewi iya, sengaja short story supaya “habis”

  5. tikapinkhana says:

    Wah ini ceritanya mo bunuh diri ya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: