Browse By

Short Story #160: Mengalami Saat Ini

“Kenapa loe masih mau sama gue?” Adam bertanya sambil melihat ke Juwita yang sedang duduk anteng di depannya sambil melihat ke luar jendela coffee shop.

“Maksud loe?” Juwita bertanya balik dan melihat ke arah Adam.

“Iya, kenapa loe masih mau sama gue, meskipun loe tau gimana kondisi gue?” Adam bertanya lagi.

Juwita mendengus sambil kemudian tersenyum kecil.

“Lucu kalo loe baru nanya sekarang.” Juwita berkomentar. “Walau, gue sempet juga bertanya-tanya di hati sendiri, kira-kira kapan loe bakal nanya begini.”

“Ah… ayolah, Ju. Jawab aja pertanyaan gue.” Adam sedikit memaksa.

“Oke.. oke.. Sabar.. Gue jawab, nih. Gue jawab.” Juwita segera merespon.

Adam segera diam dan menunggu. Sementara Juwita sedikit menundukkan kepalanya ke arah pangkuannya sendiri, lalu.. tertawa.

“Yah.. loe malah ketawa lagi. Serius dong, ah..” Adam mengeluh.

Sambil berusaha menahan rasa geli yang menyebabkan ia tertawa, Juwita menutup mulutnya sambil melihat kembali ke arah Adam.

“Oke.. gue coba buat berhenti. Tapi tunggu, ya. Loe juga jangan ngeburu-buru.” Juwita memberitahu sambil kemudian menarik napas lalu menoleh ke luar jendela untuk memastikan rasa geli dan tawanya sudah hilang.

“Udah lima menit.” ucap Adam setelah 5 menit Juwita melihat ke arah luar jendela.

“Hih! Pake diitungin segala, lagi!” Juwita protes.

“Abisnya lama! Padahal pertanyaan gue simple banget.” Adam beralasan. “Sesimpel pertanyaan gue dulu..”

“Ah, lebih simpel pertanyaan ini ketimbang pertanyaan ‘would you marry me’ dari loe dulu itu..” Juwita langsung merespon.

“Tapi kok, lebih gampang jawab pertanyaan itu daripada yang ini?” Adam kembali bertanya.

Kali ini Juwita diam. Ia melihat ke arah dengan sangat serius. Sekali, dua kali ia menghela napas. Tak sedikitpun rasa geli atau tawa hinggap di perasaannya.

“Jadi? Apa alasan loe mau nerima gue?” Adam mengulang pertanyaannya.

“Dengan semua kisah masa lalu dan juga kemungkinan masa depan loe?” Juwita justru balik bertanya.

“Iya. Kenapa?”

Juwita kembali menghela napas.

“Karena cinta itu ga peduli masa lalu, ataupun nanti. Yang cinta pedulikan itu saat ini, dan mengalami.” jawab Juwita. “Dan saat ini, gue pengen jadi bagian loe dan bikin loe mengalami rasa cinta sama gue.”

3 thoughts on “Short Story #160: Mengalami Saat Ini”

  1. Rere @atemalem says:

    aaakkkkk….
    *kemudian cari-cari abang
    *eh tapi abangnya belum pulang :'(

  2. Oom Yahya says:

    Gak peduli masa lalu sih OK, tapi ya mesti peduli masa depan. Emang bisa makan cinta tok.
    *duh kok serius amat sih*

  3. Alris says:

    “Kenapa loe masih mau sama gue?”
    jawaban cewek jaman sekarang: karena gue tau masa depan lu cerah.
    hehehe…
    salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: