Browse By

Short Story #141: Abai

“It’s been three days. You should’ve move on.” Raya memberi saran pada Della yang tengah duduk menghadap jendela.

“Kenapa harus?” Della bertanya tanpa memalingkan pandangannya.

“No news, no calls, no door knocks? For three days?” Raya memberi jawabannya dengan pertanyaan. Ia lalu duduk di sofa samping kursi jendela tempat Della berada.

“Mungkin.. dia sibuk.”

“As always..”

“Mungkin dia ga dapet sinyal untuk kasih info.” ucap Della lagi.

“Di jaman saat teknologi sudah super canggih? Buat 3×24 jam ga dapet sinyal sama sekali?” Raya berkomentar dengan nada sinis.

“Mungkin.. dia lagi fokus sama sesuatu yang dia lakukan.”

“Dan melupakanmu… lagi?”

Della mendengus. “You don’t need to do that.”

“Ngelakuin apa?”

“Sinis. Pesimis. Ngasih aura negatif. Mikir jelek soal dia.” Della memberitahu.

Giliran Raya mendengus. “Kalo dia beneran care sama wanita yang katanya belahan jiwanya, ga bakalan dia mengabaikan wanita itu sedetik pun..”

3 thoughts on “Short Story #141: Abai”

  1. icit says:

    bener sih, logikanya gitu
    #diseriusin
    :p

  2. rere says:

    #TIMRAYA

    *jitak kepala Della biar sadar

  3. knia_hesperos says:

    Sangat suka dengan kalimat terakhir… 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: