Browse By

Short Story #138: Itu Dulu…

“Kamu punya lima menit, dimulai dari sekarang.” Teguh memberitahu setelah duduk di depan Natalia pada sebuah meja café outdoor.

“Cuma lima menit?” Natalia bertanya untuk memastikan.

“Iya. Dan sekarang sudah berkurang sepuluh detik.” jawab Teguh tegas.

Natalia menarik napas. Ia tak menduga sebelumnya jika pertemuannya dengan Teguh akan seperti ini. Setidaknya, tidak ia duga saat Teguh ternyata mengiyakan ajakannya setelah sekian lama tak bersua.

“I’m back, Guh.” ucap Natalia.

“Iya, itu bisa aku liat.” jawab Teguh singkat.

“Maksudku.. aku kembali di sini. Buat kamu.” Natalia segera menambahkan.

Teguh menelan ludah. Ia melihat Natalia di depannya. Pandangan Natalia tetap sama. Meyakinkan.

“Dari matamu aku bisa liat kamu serius.” ucap Teguh.

“Kapan sih aku ga serius?”

“Hmm…” Teguh menggumam sambil menarik napas. “Entahlah. Aku tidak ingat.”

“Maka dari itulah, aku kembali.” Natalia merespon. “Untukmu.”

Teguh menghela napas. “Aku memang bisa liat kamu serius, tapi sepertinya kamu kembali bukan buat aku.”

“Maksudmu?”

“Kamu kembali, untukmu sendiri. Untuk mendapatkan apa yang belum pernah kamu dapat.” Teguh menjelaskan. “Atau… untuk mendapatkan kembali apa yang pernah kamu dapat, dulu.”

Giliran Natalia menghela napas.

“Kamu sendiri yang telah melepaskan apa yang pernah kamu dapat, ‘kan?” Teguh mengingatkan.

“Itu dulu..” jawab Natalia segera. “Sekarang aku tak akan pernah melepaskan apa yang kudapatkan.”

Teguh mengangkat sebelah alisnya.

“Kenapa? Kamu ga percaya?” tanya Natalia.

“Ga tau.” ucap Teguh datar.

Lalu hening. Kedua manusia yang pernah memiliki kisah di masa lalu itu sama-sama terdiam. Sibuk dengan pikiran masing-masing.

“Waktu lima-menitmu sudah habis. Aku pergi.” Teguh memberitahu sambil kemudian bersiap berdiri.

“Ga ada extra time? Terakhir kali kita ketemu, kamu selalu sediain tambahan waktu…” Natalia menyela.

“Iya.. tapi itu dulu…” jawab Teguh sambil beranjak pergi dengan berusaha mengabaikan perasaan di hatinya.

One thought on “Short Story #138: Itu Dulu…”

  1. Brama Danuwinata says:

    Hmm, sepertinya pernah mengalami kejadian seperti ini. *manggut-manggut*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: