Browse By

Short Story #134: Hak dan Kewajiban

“Aku capek ribut terus. Kenapa sih kita ga bisa ga ribut?” Andi bertanya setelah beberapa menit sebelumnya ia hanya diam mematung. Begitupun Vera yang berada di dekatnya.

“Ya kamunya yang rese. Apa aja dipermasalahin.” Vera menjawab seketika.

“Maksudmu?”

“Ya itu dia maksudku. Apa-apa ditanya. Apa-apa harus jelas. Apa-apa harus dijawab.” jawab Vera. “Why can’t you just let it be? Just let it as the way you see. Don’t argue it. Don’t ask furthermore about it.”

Andi merasa gatal untuk bertanya lagi kenapa harus begitu. Tapi, ia mencoba diam bertahan.

Vera menatap Andi untuk sesaat sebelum kemudian melihat ke arah jendela dari apartemen mereka. Matahari mulai bergerak ke bawah horizon. Senja.

“I’ll try.” ucap Andi pada akhirnya.

“Oya?” Vera justru bertanya.

“Tapi ada syaratnya.” Andi menambahkan.

“Yaitu?”

“Aku cuma minta satu hak dan satu kewajiban aja dalam hubungan kita.”

“Yakin?” Vera bertanya.

“Iya.”

“Ga kurang?”

“Kenapa harus kurang?” Andi balik bertanya.

“Yah.. siapa tau?”

“Engga. Buat aku satu hak dan satu kewajiban itu cukup. Ga perlu lebih dari itu.”

“Emangnya apa sih?” rasa penasaran kini menyelimuti benak Vera.

“Aku minta hak aku buat menyayangi dan disayangi kamu. Dan kewajibannya adalah untuk melindungimu, semampu yang aku bisa ga peduli sebesar, separah, sekacau apapun kondisi hubungan kita, terlepas dari ribut ataupun engga.” Andi menjelaskan.

Senyuman kecil mendadak mengembang di wajah Vera. Tak lama, ia memeluk Andi yang berada di sebelahnya.

One thought on “Short Story #134: Hak dan Kewajiban”

  1. Andi says:

    bayar royalti Bil, pake nama Andi seenaknya 😐

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: