Browse By

Short Story #130: Nyesel

“Once you’ve put a sign on this, it will be set.” Nadya memberitahu sambil menyodorkan secarik kertas berisikan beberapa nomer dan kalimat panjang.

“Sebentar, aku baca dulu.” jawab Fernando sambil langsung membaca kertas yang disodorkan Nadya.

“Semuanya masih sama, ga ada yang berubah dari kesepakatan kita.” Nadya memberitahu lagi.

Fernando sesaat melirik ke arah Nadya dan menghentikan kegiatan membacanya. “Iya, aku tahu. Tapi aku ingin membacanya.”

Nadya menghela napas. “Terserah kaulah.”

Fernando lanjut membaca dalam hening sambil disaksikan Nadya di sampingnya. Tak lama, Fernando meletakkan kertas tersebut ke atas meja tinggi di samping lorong tempat mereka berada.

“Nanti kamu tanda tangan juga, ‘kan?” Fernando memastikan sebelum membubuhkan tanda tangan di kertas tersebut.

“Liat dong, kolom tanda tangannya kan ada dua. Kamu pikir satu lagi siapa yang bakal tanda tangan?” Nadya menjawab dengan ketus.

“Ya.. aku kan mastiin aja.”

“Ck…” Nadya berdecak.

Fernando melirik sekilas ke arah Nadya yang membuang pandangannya ke arah lain. Lalu, giliran ia yang menghela napas.

“All set.” ucap Fernando setelah ia menandatangani kertas yang tadi disodorkan Nadya.

Sekilas, Nadya tersenyum kecil. Fernando bisa melihat senyuman tersebut, sebelum senyuman tersebut hilang.

“Looks good.” Nadya berkomentar setelah mengecek tanda tangan Fernando di kertas. “Sekarang giliran aku, dan semuanya selesai.”

Fernando menarik napas saat Nadya menandatangani kertas tadi.

“Should it end like this?” tanya Fernando.

“Well, what do you expect?” Nadya bertanya balik. “Dari dulu juga kan aku udah bilang aku bukan orang yang punya prinsip ‘till death do us apart’ seperti kamu. Makanya aku ga pernah setuju atau ngucapin kata-kata itu.”

Fernando menarik napas lagi.

“Kamu nyesel?” tanya Nadya.

“Ya, begitulah.”

“Harusnya kamu udah tau kan, kalo akhirnya emang bisa jadi begini.”

“Aku tau. Tapi aku ga nyeselin kenapa akhirnya begini sih..” ucap Fernando. “Aku cuman nyesel kenapa ga ketemu kamu lebih awal, supaya aku bisa lebih lama dan lebih banyak buktiin perasaan aku sama kamu…”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: