Browse By

Short Story #128: Support

“Kenapa harus?” Rizky bertanya ke Mita, kekasihnya.

“Karena harus.” jawab Mita singkat.

“Kenapa?”

“Karena aku pengen.”

“Emang udah tau konsekuensinya?” tanya Rizky lagi.

“Aku tau. Makanya aku mau dari sekarang siap-siapnya. Supaya nanti pas udah waktunya, aku udah siap.”

“Emang kapan waktunya itu?” tanya Rizki lagi.

“Ya nanti, mungkin 2-3 bulan lagi.” jawab Mita.

“Dari mana kamu tau?”

“Kan taun kemaren juga waktunya di sekitaran 2-3 bulan lagi. Pasti berulang deh..”

“Kalo ternyata ga berulang?”

Mita jengah juga akhirnya. Ia menyimpan pulpen yang sedang ia gunakan untuk mengisi form pendaftaran.

“Kita udah bahas ini sejak lama, lho. Masa’ aku ga boleh milih karir yang lebih baik buat aku?” Mita bertanya.

Rizky mengangkat alis. “Aku kan ga bilang ga boleh. Aku cuman bingung aja, kenapa harus sekarang? Kenapa taun ini? Emang kamu udah sedemikian gatelnya pengen karir baru?”

“IYA!” Mita menjawab tegas dengan tak menghiraukan para peserta jobfair di sekitarnya.

Rizky diam tak menjawab. Mukanya sedikit merah padam. Malu karena dibentak oleh Mita di muka umum.

“Tapi Mit..” Rizky coba menyela lagi.

“I’m okay if you cannot support me.. just… don’t stand in my way!” jawab Mita sambil mengibaskan tangannya.

One thought on “Short Story #128: Support”

  1. knia_hesperos says:

    Wanita yang angkuh ya #eh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: