Browse By

Short Story #119: Friends

Sudah hampir 30 menit Gita diam dalam keheningan. Ia menatap lelaki di depannya yang memandang ke arah lain. Ia hanya bisa melihatnya dari arah samping. Tapi, ia seakan-akan bisa memandang lelaki wajah lelaki tersebut dengan lengkap.

Pandangannya masih sama. Teduh. Menenangkan. Gita berpikir dalam hati.

“Sampe kapan kita mau begini?” tanya Ferdi, lelaki di depannya sambil menoleh ke arahnya.

“Sampai kamu mau jawab pertanyaanku.” jawab Gita segera.

“Yang mana?” tanya Ferdi.

Gita menarik napas.

“Perlukah aku ulang?” Gita bertanya balik.

Giliran Ferdi yang menarik napas.

“Aku ga inget. Terlalu banyak pertanyaan yang kamu tanya ke aku.” ucap Ferdi sambil akhirnya terdiam lagi dan menatap ke arah lain.

Gita kembali larut dalam diam. Dalam telinganya hanya terdengar hening walau meja café pinggir jalan yang ia tempati bersama Ferdi cukup ramai.

“Rasanya aneh..” celetuk Gita.

“Apanya?” Ferdi tiba-tiba menoleh dan bertanya.

“Situasi sekarang ini..”

“Maksudmu?”

“Kita, sekarang. Why can’t we be friends again?” tanya Gita.

Ferdi mengernyitkan dahinya. Ia kurang suka karena lagi-lagi Gita memberikan pertanyaan. Tapi…

“Because.. we never were.” jawab Ferdi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: