Browse By

Short Story #117: Rencana Week End

“Week end besok, mau ke mana, Rose?” Panji bertanya saat mereka berpapasan di depan pantry.

“Yah.. paling seperti biasa. Di rumah aja. Males-malesan. Atau mungkin tidur.” jawab Rose santai sambil menyandarkan badannya ke salah satu meja di pantry.

“Oh…” Panji merespon sambil mengambil sebuah gelas dari lemari, dan kemudian siap membuat secangkir kopi hitam. “Kalo week end gitu, bokap-nyokap loe ada di rumah, ya?”

“Ya pasti ada lah.. makanya gue mau males-malesan ajah..” Rose menjawab.

“Lah, emang kalo mereka ga ada, loe ga bisa males-malesan gitu?” tanya Panji lagi sambil menuangkan air panas ke campuran kopi dan gula di gelasnya.

“Yah.. bisa dibilang kalo mereka ada di rumah, gue lebih rileks aja sih. Lebih santai. Ga musti mikirin banget adek-adek gue lagi ngapain, di mana, sama siapa..”

“Oh..” jawab Panji lagi sambil kini mengaduk kopinya.

Rose mengubah posisi bersandarnya dan mengambil secuil roti lapis dari meja sambil kemudian mengunyahnya.

Panji melirik sejenak, sambil kemudian menarik sebuah kursi dan menyimpannya dekat tempat Rose bersandar.

“Loe sendiri, besok ada rencana week end apa?” tanya Rose.

Panji tak langsung menjawab. Ia justru meminum kopinya dengan santai.

“Ji?” tanya Rose mengingatkan.

“Ya… ada lah..” jawab Panji.

“Lah.. curang. Tadi loe tanya, gue jawab panjang dan detil banget. Giliran gue yang tanya balik, jawaban loe gitu doang.. ‘Ya.. ada lah..’ Jawaban macam apa itu?” Rose sedikit mengomel sambil memalingkan mukanya ke arah lain.

“Ya.. jawaban macam gue tadi..” Panji menjawab santai.

“Ckckck..”

Rose kemudian perlahan bergerak menuju pintu. Tepat saat Rose memegang kenop pintu pantry, Panji memanggilnya.

“Iya.. iya.. ini gue jawab.” ucap Panji sambil langsung berdiri.

Rose tersenyum kecil sambil kemudian berbalik menghadap Panji.

“Nah.. gitu dong..” ucap Rose senang. “Jadi, rencana week end loe mau ngapain?”

Panji menarik napas. “Gue sih udah bikin rencana pengen ketemu calon mertua. Tapi ga tau deh..”

“Wah! Mau lamaran?!” Rose langsung histeris sambil sedikit melompat.

“Eng… Gue kan cuman bilang pengen ketemu calon mertua.. bukan berarti lamaran lho..” Panji menjawab dengan kalem kepada rekan sekerjanya ini.

“Oh.. jadi, maksud loe ini pertama kalinya loe mau ketemu orangtua dari cewek loe?” tanya Rose lagi.

“Yah.. secara teknis bukan cewek gue juga sih.. Cuman gue pengen ketemu orangtuanya aja biar sekaligus minta restu buat jadian sama anaknya.” jawab Panji panjang lebar.

“Ebuset! Jaman gini masih ada ya orang kaya’ loe.. Konvensional abiiisss…” Rose berkomentar.

“Ya abis mau gimana lagi? Anak cewek yang lagi gue incer dari calon mertua ini, ga nyadar sih kalo lagi gue PDKT-in. Mana suka males-malesan pula kalo week end.” jawab Panji.

“HAH?! MAKSUD L?!” Rose berteriak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: