Browse By

Short Story #109: Taken

“Jadi, gimana rasanya jadi nyonya Nugroho?” tanya Rudy saat Vita tiba di café tempat mereka janjian bertemu.

“Ya.. serasa seperti istri.” jawab Vita sambil mengambil kursi di depan Rudy.

“Jawaban loe ga seru amat deh.” Rudy menggerutu.

“Well, what do you expect?” tanya Vita. “Lagipula, loe ga tau kan rasanya jadi istri? Secara.. loe kan cowok.”

“Iya deh.. iya…” ucap Rudy sambil tersenyum kecut.

Vita lalu memanggil pramusaji café, dan memesan minuman favoritnya. Sementara itu, Rudy meminum minumannya.

“By the way, Nugroho tau kan loe mau ketemu gue di sini? Dia ga marah kan kalo kita ketemuan?” tanya Rudy.

“Ya dia tau lah..” jawab Vita singkat. “Kita sama-sama toleran kok kalo soal temen deket, apalagi temen lama. Lagipula, dia udah kenal loe juga kan..”

“Abis, ga lucu aja gitu kalo ntar tiba-tiba ada cowok ngamuk-ngamuk ke café ini, ngajak gue duel atau semacamnya.” respon Rudy.

“Ya elah Rud.. lebay amat..” Vita berkomentar.

Seorang pramusaji café mendatangi meja mereka dan kemudian meletakkan minuman pesanan Vita. Tak lama, pramusaji itu pergi kembali.

“Trus, loe sendiri gimana rasanya?” Vita tiba-tiba bertanya setelah meminum sedikit pesanannya.

“He? Rasanya apaan?” Rudy balik bertanya karena tak mengerti.

“Ya.. rasanya jadi loe. Being single for… almost five years, perhaps?” tanya Vita.

“Yaelah.. ga usah disebut jangka waktunya juga kaleee…” jawab Rudy.

Vita tertawa.

“Seneng amat ngetawain temen sendiri..” Rudy menggumam.

“Mending lah loe diketawain temen sendiri, daripada diketawain orang laen yang bukan temen?” jawab Vita.

“Halah.. dibolak-balik mulu ucapan gue..”

Vita kembali tertawa, sementara itu Rudy kembali tersenyum kecut.

“Trus, rasanya gimana?” Vita kembali bertanya.

Rudy menarik napas. “Ya.. rasanya ya begitulah. Loe juga tau kan rasanya single?”

“Tapi gue ga single sampe li-… eh, ga selama loe gitu lah..” Vita memberitahu. “Jadi gue ga mungkin tau rasanya..”

Rudy menelan ludah. “Ya.. yang pasti rasanya biasa aja sih. Ga penting statusnya atau selama apa jalanin status itu, yang penting adalah gimana cara kita bisa ngebuat setiap harinya bermakna..”

“Wah..” Vita berdecak kagum.

Lalu Vita dan Rudy sama-sama meminum minumannya masing-masing.

“Anyway Rud.. for all these time, why do you still single?” tanya Vita.

Rudy menghela napas sejenak sebelum menjawab. “Because… you’re already taken.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: