Browse By

Short Story #108: Why Did You Leave?

“Ga berasa udah tiga taun ya..” ucap Dania saat Ario menutup pintu mobil.

“Apaan?” tanya Ario sambil memasang sabuk pengamannya sementara Dania menghidupkan mobil.

“Ya elo di negeri matahari terbit itu.” jawab Dania sambil mulai mengemudikan mobil keluar dari parkiran, dan menuju jalan keluar bandara.

“Ah, masa iya?” Ario bertanya lagi.

“Yaelah.. loe sok lupa apa gimana, sih?”

“Ya.. gue sih emang ga ngitungin aja.” ucap Ario. “Tapi kalo diitung dari taun pas gue berangkat, dan sekarang pas gue balik.. ya emang beda tiga taun sih..”

“Lah itu..” kata Dania sambil melirik sejenak pada Ario dan mengemudi kembali.

Ario membuka kacamatanya, dan membersihkannya dengan lap yang ia keluarkan dari tempat kacamatanya.

“Mama apa kabarnya?”

“Mama baik.” jawab Dania. “Dia udah nunggu kamu di rumah.”

“Lho? Kok bisa?”

“Iya, lah dia tau kok kamu mau pulang hari ini. Bahkan dia yang cerewetin aku supaya jangan sampe telat jemput kamu.” jawab Dania lagi.

“Kamu ya, yang kasitau dia?” tanya Ario.

Dania menoleh sejenak sambil tersenyum kecil.

“Udah aku duga..”

“Ya abis, mau gimana lagi? Mama tuh sering lho nanyain kamu. Bahkan, waktu kamu berangkat aja, dia langsung nanya gitu kapan kamu bakal pulang.”

“Lah…” Ario merespon singkat.

“Maklum.. Mama kan ga punya anak cowok. Jadi ya.. mungkin kamu udah dia anggap anak sendiri kali. Secara, kamu kan udah sering ke rumah dari waktu kita kecil dulu..” Dania menjelaskan sambil tetap memperhatikan jalanan.

“Bisa juga sih..”

Lalu hening. Dania dan Ario sibuk dengan pikiran masing-masing.

“Eh iya, aku penasaran nih.. mungkin agak telat, tapi ya.. mending aku tanya sih daripada penasaran.” Dania memberitahu.

“Soal apa? Kalo kamu pengen tau soal apa aku punya cewek apa enggak, jawabannya ga perlu aku kasitau kan?” respon Ario setengah bercanda.

“Yaelah.. itu sih udah pasti aku tau jawabannya. Jomblo pastinya kan?” Dania menebak.

“Yaaahh… yang pasti I’m not in a relationship.” jawab Ario.

Dania tertawa kecil.

“Trus, apa yang mau kamu tanya?”

Dania terdiam sejenak sambil masih mengemudi.

“Mm.. dulu kenapa sih kok kamu akhirnya milih buat pergi ke Tokyo?” tanya Dania.

Giliran Ario yang terdiam sejenak. Ia menarik napas seakan-akan pertanyaan itu membangkitkan kenangan lamanya.

“Jawabannya susah, ya?” goda Dania.

“Engga..” respon Ario segera.

“Trus, apa dong jawabannya? Why did you leave?” tanya Dania lagi.

Ario lagi-lagi diam sejenak. “Well… It’s because you didn’t ask me to stay.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: