Browse By

Short Story #101: Masih Sama

“Wah Chandra, kamu dateng juga.” Farah menyapa seorang lelaki yang baru tiba dan sedang mengisi buku tamu di meja sampingnya.

“Eng… Farah, ya?” Chandra balik bertanya sambil mengambil pulpen dan langsung mengisi buku tamu.

“Iya.. Masa’ kamu lupa sama aku?” respon Farah.

“Aku ga lupa. Aku cuman amazed aja, kok kaya’nya kamu ga berubah banyak..” Chandra berujar setelah mengisi buku tamu.

“Ah.. kamu bisa aja..” jawab Farah. “Yuk, aku temenin ke dalem.”

Farah langsung minggir dari dekat meja penerima tamu, dan mempersilakan rekan setimnya untuk menggantikan. Ia pun menghampiri Chandra, yang lalu mengikutinya berjalan masuk ke dalam aula.

“Udah rame?” tanya Chandra.

“Udah, sih. Tapi kaya’nya yang dulu kita kenal deket, belom pada dateng.” jawab Farah. “Ke sini, kita ambil minuman dulu.”

Chandra pun mengikuti arah Farah menuju, menyelusup di tengah-tengah kerumunan orang-orang. Sebagian menyapanya, sebagian lagi tidak. Sebagian wajah masih bisa ia kenali, namun sebagian lagi tidak.

“Sirup atau soda?” Farah menawarkan setibanya di meja tempat minuman.

“Soda aja deh..” Chandra memilih. “Kamu bagian dari panitianya, ya?”

“Eng… enggak juga sih.” jawab Farah sambil menyodorkan segelas soda pada Chandra. “Aku kebetulan aja diminta tolong buat jaga di meja penerima tamu. Jadi semacam pengenal undangan dan juga tukang anter. Soalnya, kata Dicky, si ketua OSIS kita dulu itu yang sekarang jadi ketua panitia, aku paling hapal wajah orang.”

“Kaya’nya kebalik deh.. orang-orang yang lebih hapal wajah kamu..” respon Chandra seketika yang disambut derai tawa Farah.

“Bisa aja kamu, Chan..” kata Farah.

“Tapi beneran lho.. Aku amazed aja sama kamu koq ga berubah banyak. Kaya’nya dari dulu ya segini-gini aja. Dibanding aku?” kata Chandra sambil memperlihatkan sedikit uban yang muncul di rambutnya.

“Alah.. perubahan itu bikin kamu tambah seksi kok sebagai cowok.” kata Farah segera.

Seketika, senyum di wajah Chandra menghilang. Dan, begitupun dengan Farah. Kikuk.

“Jadi, apa ceritamu selama 10 tahun ini?” tanya Farah.

“Nothing specials. Kuliah, lulus kuliah, wisuda, kerja, dan kuliah lagi sambil berusaha cepet lulus.” jawab Chandra. “Kalo kamu gimana?”

“Almost the same. Kuliah, lulus, wisuda, kerja. Tapi ya.. aku masih sama seperti dulu.”

“Maksudnya?” Chandra langsung bertanya karena penasaran.

“Iya, aku masih tinggal di kota yang sama. Ga kaya’ kamu yang udah pindah keluar kota.” jawab Farah.

“Oh..”

Lalu hening.

“Tapi ya, beberapa hal lain juga aku masih sama seperti dulu sih..” Chandra berujar.

“Oh ya? Soal apa?”

Chandra menarik napas. “Soal… mengharapkan kamu..”

One thought on “Short Story #101: Masih Sama”

  1. maling cluring says:

    aiihh.. terakhirnya.. :((

Leave a Reply to maling cluring Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: