Browse By

Mengatasi Masalah Ketika Menulis

Beberapa kali saya sempat mendapat pertanyaan dari beragam orang,

Gimana sih caranya bisa tetep nulis? Emang ga pernah keabisan ide gitu? Ga pernah berasa bosen? Ga pernah pengen berenti? dsb.. dsb.. dsb..

Dan, jawaban yang saya berikan singkat saja.

Pernah.

Tapi nyatanya, jawaban saya itu tidak cukup bagi mereka yang bertanya pada saya. Karena kemudian, saya diberondong lagi dengan berbagai pertanyaan. Tapi secara umum, intinya hanya satu. Yakni, sebagai berikut,

Trus, gimana cara mengatasinya?

Dan, biasanya bukannya menjawab dengan sesuatu yang konkrit, saya justru balik bertanya.

Mengatasi apa?

Tak jarang, beberapa orang langsung melengos pergi, diam, atau bahkan memutus percakapan (jika dilakukan via online). Saya geli sendiri jika mendapatkan perlakuan seperti itu. Bohong jika saya bilang saya tidak sebal atau kesal, tapi ya.. saya geli sendiri. Kenapa? Karena menurut saya, yang bisa menjawab pertanyaan “cara mengatasi” adalah mereka sendiri. Iya, masing-masing pribadi yang melontarkan pertanyaan tersebut.

Sebuah kata mutiara pernah saya baca, isinya sebagai berikut,

No one know you exact nor completely, besides yourself.

Iya, hanya diri kita sendiri yang tahu apa dan bagaimana diri kita sebenarnya. Jadi, jika kita berhadapan dengan sebuah problematika yang ingin diselesaikan, ya kita harus mengenali diri kita sendiri. Mengapa? Gunanya, untuk mengetahui potensi diri yang belum dan sudah dimanfaatkan dalam mengatasi masalah tersebut. Dan, dalam hal ini adalah menulis.

Saya buka kartu nih, saya memiliki beberapa permasalahan ketika saya harus menulis. Iya, beberapa. Tak hanya satu, atau dua. Tapi beberapa. Berikut ini, saya tulis sesuai yang teringat oleh saya,

Menunda-nunda, atau prokrastinasi.

Malas.

Buntu ide.

Lelah.

Mengulang.

Kurang lebih memang ada 5 masalah yang terus saya hadapi di saat saya menulis. Memang, permasalahan tersebut tidak selalu muncul. Ada kalanya, saya begitu on fire, sehingga sebuah tulisan sepanjang 2 lembar A4 dapat selesai dalam beberapa menit saja. Tapi ada kalanya juga, saya baru bisa menyelesaikan sebuah tulisan singkat — 2-3 paragraf setelah menunggu 1-2 hari. Dan, kedua jenis tulisan tersebut sama, fiksi atau nonfiksi.

Untuk mengatasi masalah tersebut, saya biasanya melakukan beberapa hal secara sekaligus. Mulai dari ngetwit, menulis cerita singkat, makan, hingga tidur. Kenapa? Karena saya ingin pikiran saya teralihkan dari bahan tulisan yang harus saya kerjakan. Karena saya perlu penyegaran dan juga perbaikan situasi sebelum menyelesaikan tulisan. Karena, perbedaan kondisi itu penting adanya.

Anda bisa saja melakukan langkah-langkah seperti yang saya lakukan. Tapi, saya bisa jamin itu belum tentu efektif bagi Anda. Hihi, sepertinya saya menyesatkan saja ya.. 😛 Oke, maksud saya menyatakan seperti itu karena pribadi setiap orang itu berbeda-beda. Setiap orang itu unik, dan sempurna dengan caranya sendiri. Setiap orang tentu memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Itulah makanya, di awal saya sudah bilang bahwa yang bisa menyelesaikan permasalahan ketika menulis, adalah Anda sendiri.

Tapi bagaimana jika Anda sendiri tidak tahu bagaimana mencari penyelesaiannya? Oke, kali ini bisa saya bagi trik untuk mencari penyelesaian tersebut,

Ambil 5 langkah ke belakang menjauh dari  masalah Anda.

Ambil waktu sekitar 5 menit jeda untuk tidak memikirkan permasalahan Anda.

Dan, lakukan 5 kegiatan yang tak berkaitan dengan masalah yang sedang Anda hadapi, selama kurang lebih 5-15 menit.

Kemudian balik lagi, dan pikirkan 5 pilihan yang bisa Anda lakukan untuk menyelesaikan masalah yang seharusnya sudah Anda selesaikan.

Seharusnya, setelah Anda kembali lagi untuk menghadapi masalah setelah menjauh 5 langkah, jeda 5 menit, dan melakukan 5 kegiatan, Anda bisa mendapatkan solusi yang tepat. Trik, saya dapatkan dari menggabung-gabungkan antara berbagai problem-solving yang pernah saya dapatkan. Dan, saya tidak mengakui bahwa ini milik saya seorang. Anda berhak untuk menyebarkannya kembali.

Sudah siap? Coba segera lakukan ketika Anda menghadapi masalah, ya!

NB: Tak perlu melakukan semua langkah tersebut, cukup beberapa saja. Dan, hal ini tidak perlu dicatat. Cukup diingat sambil dilakukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: