Browse By

All posts by Billy Koesoemadinata

Nama

Nama adalah doa dan pengharapan orangtua terhadap anaknya. Katanya gitu. Iya, begitu. Sebagai lelaki yang sudah menjadi orangtua, saya mengamini perkataan tersebut. Tapi, sehubungan sejak sebelum jadi orangtua saya suka nulis, muncullah pemikiran lain, sbb: Nama yang diberikan pada tokoh atau karakter di cerita fiksi

Short Story #362: Kode

“Fiuh…” Utari menghela napas seraya kemudian menutup laptopnya. Ia terlihat bersiap untuk beranjak dari perpustakaan setelah riset. “Udah selesai?” Hans di sebelahnya bertanya. “Hampir.” Utari menjawab. “Nanti malam gue lanjutin lagi. Lo?” “Gue kaya’nya mau submit seadanya aja ini, tapi besok pagi.” Hans memberitahu. “Ntar

Rekayasa Sosial

Bukan, ini bukan social-engineering itu – meski secara terjemahan langsung bisa dikaitkan. Rekayasa = engineering, dan sosial = social. Maksud dari tulisan yang saya ambil sebagai judul ini adalah (sedikit) perubahan yang saya putuskan. Di salah satu postingan yang saya buat di blog sebelah (yang

Short Story #361: Tak Bisa

“Keputusanmu ini sudah bulat?” Ben bertanya lagi untuk memastikan. “Perlu kubilang berapa kali lagi supaya kamu yakin?” Ida balik bertanya. “Ya.. untuk memastikan saja.” Ben menekankan. “Terutama soal hal-hal yang akan terjadi berikutnya.” “Aku sudah tahu. Dan aku sudah siap.” “Oke.” Ben menenggak minumannya. Mendadak ruang apartemennya

Short Story #360: Stand Up

“Besok kamu ga perlu dateng lagi.” Pipit berdiri memberitahu Magda yang baru saja duduk di meja kerjanya. Muka Magda terkejut. Ia tak menyangka jika niatan masuk kerja di pagi hari itu akan menemui kondisi seperti itu. “Clean up your desk.” “Aku dipecat?” “If you say so.”