Month: November 2016

Short Story #327: Dalam Kebenaran

“Fixed.¬†Gue ga bakal lagi ngedukung dia.” Jose menyimpan koran kampus yang sedari tadi dibacanya ke meja dapur. Rizal, teman sekosnya yang baru habis makan siang di dapur, mengambil koran tersebut, lalu membaca perlahan. “Trus, nyesel?” “Ah, udah pasti itu sih.” Jose menjawab cepat sambil kemudian mendengus. Tampaknya ia kecewa sekali dengan subjek berita yang ia

Long John, Penyelamat agar Tetap Hangat Kala Traveling ke Negeri Musim Dingin

Pernah jalan-jalan ke negeri 4 musim saat winter (musim dingin)? Pernah ngalamin kedinginan karena badai salju? Atau lagi siap-siap buat bepergian ke negeri 4 musim saat winter? Lebih baik baca dulu postingan ini. Sebagai makhluk tropis — manusia yang terbiasa dan lama tinggal di iklim tropis, tentunya terbiasa juga untuk selalu hangat hampir setiap saat.

Short Story #326: Deserve

Mochtar tak mempercayai penglihatannya. Lidahnya seakan membeku, kelu. Meski begitu dadanya berdegup kencang. Ia seakan-akan kembali ke peristiwa dua tahun yang lalu. Di tempat yang sama, meski di kota yang berbeda. Perlahan, ia coba untuk tak mengindahkan perasaannya. Coba ia acuhkan. Tapi… “Mas Mochtar, kamu sekarang tugas di sini?” suara lembut wanita menyapa dari sudut

Short Story #325: Not Broken

“Sampai kapan kita mau begini?” Arya bertanya. Gita, pasangannya yang tengah berada di sampingnya menoleh. Mengabaikan pemandangan langit malam yang tengah ia nikmati sedari tadi. “Maksudnya?” “Iya, begini. Seperti ini.” “Kamu ga konkrit.” Gita berkomentar santai lalu menatap langit lagi. “Hubungan kita, mau kapan seperti ini?” Arya meneruskan. Gita diam sejenak. Angin malam berhembus. Kencang.

Short Story #324: Rapuh

“Butuh waktu berapa lama lagi sampe lo bisa kaya’ dulu?” Rangga bertanya. “Maksudnya?” Jacky menjawab bingung sambil menyimpan pensilnya ke meja gambar. “Ya.. kaya’ dulu lagi. Excited. Energik. Hidup!” Rangga bertanya lagi sambil menyandarkan badannya ke sisi meja gambar Jacky. “Eng.. emangnya sekarang gue ga hidup? Excited dan energik kaya’nya lebih ke persepsi pula, sih.”