Kenapa Ciri-ciri Pengguna Narkoba BNN Trending?

Konten yang unik selalu bisa menjadi alasan utama untuk menjadi viral atau trending. Apalagi jika isi konten tersebut menyentuh banyak elemen keseharian. Contohnya, minggu lalu dan minggu sebelumnya, ada Mukidi yang tersebar melalui mobile messaging dan juga social media. Di awal minggu ini, ada konten mengenai ciri-ciri pengguna narkoba yang disebarkan oleh BNN.

Apa pasal? Oke, coba simak gambar di bawah.

ciri-ciri pengguna narkoba

Seperti informasi yang selayaknya disebarkan oleh badan/lembaga pemerintahan, gambar tersebut memuat informasi yang harus dapat dikonsumsi oleh masyarakat kebanyakan dan juga terdapat jalur untuk kontak. Biasanya, informasi layanan masyarakat tersebut tidak begitu sering dibahas oleh pengguna social media. Tapi kali ini ada yang berbeda.

Entah siapa yang memulai, terdapat beberapa hal yang menjadi bahasan dari gambar informasi layanan masyarakat berupa ciri-ciri pengguna narkoba yang disebarkan oleh BNN itu,

    1. Dari total 53 ciri-ciri, terlihat seakan-akan nomer 3-nya hilang. Disebut seakan-akan, karena sebenarnya nomer 3 terdapat sebaris dengan nomer 2. Mungkin lupa diganti barisnya saat di-save.
    2. Beberapa ciri-ciri pengguna narkoba yang dicantumkan memuat informasi yang generik, sehingga amat sangat mungkin dikaitkan dengan individu yang tidak terkait narkoba sama sekali. Contohnya antara lain sbb:
          – Sering makan permen karet/menthol untuk menghilangkan bau mulut – no.30
          – Emosi tidak stabil (naik turun) – no.27
          – Sering berbohong – no.8
          – Sering keluar rumah sebentar kemudian kembali lagi – no.43

Ciri-ciri tersebut cukup generik dan mengena semua orang. Beberapa pengguna social media bahkan menyebut ciri-ciri tersebut begitu menjadi karakter.

Alhasil, malam hari akun @Ndorokakung menginformasikan bahwa konten tersebut menjadi trending topic di Indonesia.

Dari bukti trending tersebut, hampir bisa dipastikan kalau konten yang trending perlu menyentuh banyak elemen masyarakat serta terkena trigger yang tepat pada saat yang tepat pula. Khusus untuk ciri-ciri pengguna narkoba dari BNN ini sepertinya tepat waktu karena di hari Senin biasanya pengguna social media cenderung mencari hal-hal untuk meringankan menghadapi hari Senin. Perihal siapa yang mengawalinya saja, yang sepertinya masih harus dicaritahu.

Besok-besok, kayanya lembaga negara lain perlu mencontoh terhadap karya BNN ini, ya.

A to Z Backpackeran di Legian Bali

Kalo ngaku berjiwa backpacker, tentunya harus merencanakan segala sesuatunya sebelum berangkat. Salah satu tujuan yang cocok buat jalan-jalan backpacker adalah ke Bali, dengan spot seperti Legian. Nah, buat yang pengen jalan-jalan di seputar Legian, beberapa hal berikut bisa menjadi rekomendasi:

  1. Wisata di Legian

Di kawasan Legian, dapat menikmati keindahan pasir putih di Pantai Legian. Pantai ini sama terkenalnya dengan Pantai Kuta dan Sanur. Pantai Legian terkenal dengan pasir putihnya dan keindahan sunset-nya. Tapi, pantai ini ga serame Pantai Kuta. Jadi kalo mau menikmati waktu bersantai lebih cocok di pantai ini.

Sepanjang pantai yang membentang bisa ngeliat wisatawan berjemur, berenang bahkan berselancar meski ombak di pantai ini tidak terlalu besar. Mayoritas wisatawan asing yang bersantai di pantai ini adalah wisatawan dari Australia.

Selain wisatawan Australia, wisatawan lain yang mendominasi pantai ini adalah wisatawan dari Indonesia. Mungkin karena pantai ini sangat mirip dengan Pantai Kuta karena memang letaknya yang berdekatan dan kawasan Pantai Legian sangat mudah dijangkau dari bandara yaitu hanya 20 menit atau sekitar 6 km.

wisata legian-01

Photoright: plesiryuk.com

  1. Tempat Makan di Legian

Setelah puas bermain air di pantai, pasti laper kan, dan bakal nyari tempat makan di sekitar kawasan pantai. Jangan kuatir! Kawasan Legian udah jadi sebuah kawasan serba ada yang sangat disukai oleh wisatawan, sehingga mencari tempat makan bukanlah hal yang sulit.

Mau makan di tempat yang berkelas dengan standar hotel bintang lima? Tersedia resto-resto yang berjajar di sepanjang Jalan Legian. Atau bisa juga ke resto hotel bintang lima yang ada di sepanjang Pantai Legian.

Atau mau makan di tempat yang banyak dikunjungi oleh wisatawan backpacker karena harganya yang terjangkau dengan menu yang lezat? Bisa nih, coba Warung Murah yang berada di Jalan Double Six Legian.

tempat makan legian-02

Photoright: blog.samatkong.com

Warung ini menjadi rekomendasi karena sudah dikenal tidak saja oleh wisatawan domestik namun juga oleh wisatawan mancanegara yang mengunjungi Legian. Di warung dengan menu utama masakan Bali juga menu Thailand, Chinese serta western ini tidak jauh dari Pantai Double Six Legian atau tepatnya di Jl. Arjuna.

Uniknya, karena warung ini sifatnya prasmanan, setiap kali pesan makanan atau minuman, staf warung akan ngasih semacam tag “Just For Food” atau “Just For Drink” yang nantinya bisa diberikan ke kasir. Kasirpun akan segera menghitung jumlah biaya makan tanpa harus bertanya lagi. Praktis juga!

tempat makan legian-03

Photoright: cremaandcrumbs.com

Dengan porsi makanan yang cukup mengenyangkan dan harga yang terjangkau, sayang sekali kalo ga mengunjungi warung yang letaknya persis di seberang Cafe Marzano di area Legian yang padat dan sibuk.

  1. Hotel Backpacker

Jalan-jalan itu ga bisa cuma sebentar, apalagi kalo tempatnya susah/jarang kita datengin. Nah, tentunya sayang kalo berkunjung ke Legian cuma sebentar. Supaya nyaman, enaknya nginep di sekitar Legian juga kan. Untuk itu bakal butuh tempat penginapan yang nyaman namun ramah di kantong. Amaris Hotel adalah salah satu hotel bintang dua dengan fasilitas dan pelayanan juara. Semua info tentang hotel ini bisa dicek di situs booking online Traveloka.

Hotel ini berjarak hanya 4 km dari Bandara I Ngurah Rai dan 5 menit saja berjalan kaki ke Pantai Legian yang akan membuat liburan backpacker di Legian menjadi komplit. Kalau mau belanja, wisata kuliner dan berwisata malam di kawasan Legian yang terkenal dengan cafe dan pubnya, cukup berjalan kaki selama kurang lebih 15 menit.

hotel backpacker-04

Photoright: hotels.com

Konsep hotel budget yang menjadi ciri khas Amaris Hotel membuat kamar-kamarnya cukup sempit kalo bawa koper besar. Tapi kalau cuma koper kecil atau ransel layaknya backpacking, ga bakal bikin penuh kamarnya yang hanya memiliki satu tempat tidur ukuran queen dengan kabinet dan lampu tidur di sisi kanan dan kirinya. Untuk sekedar tempat beristirahat dan titip barang dengan aman, hotel ini recommended banget.

Walaupun hanya berbintang dua, tapi bakal tetep dapet handuk bersih, toiletries, air mineral dan shower air hangat. Berguna banget kalo perlu mandi di malam hari abis jalan-jalan seharian.

Kalo nginep di Amaris Hotel, juga dapet paket sarapan yang sifatnya prasmanan. Jadi, bisa ambil sendiri sesuai porsi, tapi jangan mubazir ya! Fasilitas lain di hotel ini antara lain kolam renang yang berada di samping restoran dan hanya bisa digunakan dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore. Oiya, di hotel ini juga mempunyai rutinitas daily housekeeping lho! Jadi, setelah seharian jalan-jalan, kamar yang berantakan bakal disulap jadi bersih dan wangi lagi. Bikin istirahat malam jadi makin nyaman.

Yuk, backpacker ke Legian Bali, yuk!

Short Story #314: Salah

TOK-TOK! Michelle yang tengah sibuk menyiapkan makanan di dapur kecil apartemennya, segera menghampiri pintu. Dari lubang intip, ia melihat Norah yang tengah berdiri dengan sebuah ransel setengah penuh.

“Boleh aku masuk? Aku ga bisa pulang.” Norah memberitahu ketika Michelle setengah membuka pintunya dan memperlihatkan mukanya.

“Yuk, sekalian temenin aku makan.” Michelle mempersilakan Norah masuk lalu langsung menuju ke dapurnya. “Jangan lupa pintunya dikunci, ya.”

Norah menurut. Ia menutup dan mengunci pintu sambil kemudian meletakkan ranselnya di dekat pintu lalu menyusul Michelle ke dapur.

“Jangan menolak.” Michelle memberitahu sambil meletakkan piring dan kemudian makanan yang baru ia masak. “Aku tahu kamu pasti lapar.”

Norah lagi-lagi menurut. Ia duduk menunggu sambil kemudian mengambil sebuah sendok dari tempat sendok terdekat.

“Your Dad?”

“Nope. Mamahku.” Norah menjawab sambil kemudian menyantap makanan.

“Karena cowok?” Michelle bertanya lagi sambil makan.

“Soal masa depan.”

“Fiuhh…” Michelle menghembuskan napas.

“Ga seberat itu. Hanya pilihan setelah lulus nanti.” Norah memberitahu. Makanannya telah habis. “Apa aku boleh nginep di sini dulu, untuk sementara?”

“Well…”

“Kalo ga boleh juga gapapa. Paling aku sekalian aja keluar kota, ke nenekku.” Norah langsung memotong lagi.

“Don’t.” Michelle langsung menjawab. “Take your time. Tenangkan dirimu, jernihkan pikiranmu.”

“Thanks.” Norah menjawab. “Semoga ga ngaruh ke cara aku ngomong.”

“Are you kidding?” Michelle merespon. “Kamu normal aja udah banyak yang ngira kamu wanita dewasa. Apalagi kalo mendadak pembawaannya kaya’ emosian? Bisa cocok banget malah sama mayoritas pendengar radio kita.”

“Hahaha..” Norah tertawa pelan sambil kemudian mendengus.

“Anyway… Aku punya komentar sedikit. Boleh?” Michelle memberitahu sementara Norah hanya menatap. “I’m not you. Aku juga ga tau apa yang kamu hadapin persisnya. Tapi aku pernah ada di posisi seperti kamu. I mean, cekcok sama ortuku karena pilihan kami beda.”

“Tapi kamu keliatannya baik-baik aja.”

“Exactly. Keliatannya, kan?” Michelle langsung menjawab. “Bisa begini karena ya, kita berdamai. Kita kemudian saling belajar dan ngertiin maksud dan maunya masing-masing. Susah memang, tapi tetap harus dilakukan.”

“Tapi setiap anak boleh dong punya cita-cita maunya gimana dengan hidupnya, apalagi udah remaja dan mau dewasa. Masa’ gitu aja salah?”

“Just because your Mum is wrong about something you like, doesn’t mean she’s wrong about everything.” Michelle memberitahu. “Dan itu harusnya ga jadi alasan kenapa kamu ga pulang.”

Short Story #313: Alasan Mengingat

Franky melihat arlojinya. Tak hanya sekadar melihat waktu, tapi juga memastikan. Sekaligus mengharapkan.

Sambil melihat sekeliling yang ramai dengan turis seperti dirinya, Franky berjalan ke salah satu sudut yang terlindungi bayang-bayang. Meski terletak di belahan utara, namun ada kalanya Paris pada saat musim panas juga memiliki suhu yang cukup panas. Setidaknya, itu yang ia rasakan.

Ia baru saja merasakan ademnya di balik bayang-bayang ketika sudut matanya melihat sosok yang sudah lama tak ia temui. Seketika itu pula jantungnya berdesir. Seketika itu pula ternyata sosok tersebut melihat ke arahnya, berjalan ke arahnya.

“I couldn’t believe my eyes.” Vonny mengomentari. “Ternyata ini beneran kamu, Frank!”

“Well, siapa lagi?” Franky menjawab. Lalu mereka berpelukan.

“Udah lama?”

“Nope, baru sampe.”

“Baru sampe hari ini di Paris langsung kemari?”

“Well.. ga gitu juga sih. Udah dari beberapa hari lalu, cuman baru sekarang aku ke Eiffel.”

Vonny diam sejenak. Seperti hendak memastikan. Tapi….

“Aku lagi ada keperluan terkait kerjaan ke sini.” Franky menjelaskan lebih lanjut, merespon raut muka Vonny.

“Oh…” Vonny menjawab singkat. Ia sebenarnya bingung hendak menjawab kagum atau bingung. Tapi kemudian… “Kita jalan keliling, yuk!”

Franky mengiyakan dengan langsung berjalan mendampingi Vonny yang lebih dulu beranjak.

“Gimana desainmu? Makin mahir?” Franky bertanya.

“Well.. yang pasti aku belum punya brand sendiri, kalo kamu ingat mimpiku dulu.”

“Jelas aku ingat. Itu masih seperti kemaren.”

Seperti kemarin… kalimat terakhir tersebut menggema di dalam hati Vonny.

“..Tapi aku udah mendingan lah dibanding sebelum berangkat dulu. Sekarang aku udah ikut beberapa show meski belum pake nama sendiri – masih pake nama corporate.”

“Mungkin kalo kamu pulang kelak ke Indonesia, kamu bisa mulai brand kamu sendiri.”

“Iya.. mungkin…” jawab Vonny sambil kemudian berhenti, lalu melihat Eiffel. Jauh ke atas. “Isn’t she beautiful?”

“Yes, she is.” Franky menjawab setelah diam sejenak. Tapi yang ia lihat adalah Vonny, bukan Eiffel.

Tepat di saat Vonny kembali melihat Franky, di saat itu pula ia memalingkan muka ke arah jalanan. Lalu, mereka kembali berjalan. Hening.

“Why are you here?” Vonny akhirnya bertanya meski ia sebenarnya tak berani bertanya.

Franky berhenti melangkah. “Aku masih ingat ucapanmu dulu. Tentang Paris. Tentang Eiffel.”

“Tapi kenapa sekarang?”

“Karena seperti ucapanmu, kamu berharap kita bertemu di Eiffel. Tepat sekarang.”

Vonny diam sejenak. Ia bingung.

“Why do you remember? Bahkan aku sudah lupa persisnya.” Vonny akhirnya berkata.

“Karena aku tak punya alasan untuk tak mengingatnya.”

5 Wisata Populer di Bali

liburanSeumur-umur ke Bali baru sekali, itupun cuma sebentar. Meski begitu, saya punya tekad untuk bisa ke Bali minimal sekali seumur hidup, untuk waktu yang lebih lama & tentunya lebih menikmati.

Bali sebagai primadona wisata Indonesia sangat terkenal di mata dunia. Kekayaan seni budaya, keindahan alam, dan keunikan tradisi ritualnya seolah-olah mampu menyihir para wisatawan yang datang berkunjung. Kekayaan objek wisata Bali yang menarik seolah-olah tak pernah lekang oleh waktu, para wisatawan kerap datang berkali-kali dan masih akan selalu menemukan sesuatu yang istimewa di pulau ini.

Waktu yang paling tepat untuk ke Bali bukan pada saat musim libur, sebab di musim libur Bali amat ramai pengunjung dan segalanya menjadi lebih mahal. Kalau di luar musim liburan keuntungannya bisa mendapatkan tiket pesawat promo ke Bali melalui promo-promo yang ditawarkan oleh maskapai penerbangan dan travel online. Selain itu, bisa mendapati promo harga di mana-mana baik akomodasi, restoran, tempat hiburan, tempat wisata, dan barang-barang murah saat berbelanja.

Nah, untuk persiapan ke Bali kelak, tempat-tempat wisata populer apa saja ya, yang kira-kira wajib dikunjungi di Bali? Cek dulu yang berikut ini.

1. Pantai Kuta

Pantai favorit wisatawan di Bali yang terkenal akan keindahan matahari tenggelamnya. Lokasinya mudah dijangkau, dekat dengan area pertokoan dan hiburan yang keren di Bali. Pantai Kuta juga suka dijadikan arena selancar bagi peselancar pemula. Tidak dipungut biaya masuk kawasan untuk menikmati pantai ini, jadi bisa menyisihkan uang untuk membeli beragam souvenir unik yang berjejer di toko-toko sepanjang jalan Pantai Kuta.

2. Pura Tanah Lot

Pura Tanah Lot adalah dua buah pura yang berdiri di atas sebuah batu karang besar di tepi laut. Pura ini diyakini sebagai tempat pemujaan Dewa Laut. Kita hanya bisa mendekat ke Pura Tanah Lot pada saat air laut surut, di samping itu juga bisa melihat beberapa ular keramat yang dipercaya menjaga Pura, yang boleh disentuh karena tidak berbahaya. Cukup membayar tiket masuk kawasan pantai sebesar Rp. 10.000, maka langsung bisa menyaksikan keunikan yang ada di tempat ini. Satu lagi, di sini pemandangan matahari terbenamnya juga spektakuler.

3. Garuda Wisnu Kencana (GWK)

GWK adalah sebuah taman wisata budaya di mana berdiri sebuah patung Dewa Wisnu raksasa yang megah karya I Nyoman Nuarta. Patung Dewa Wisnu yang nampak dipahat sedang menunggang Burung Garuda ini terletak di Tanjung Nusa Dua, Kabupaten Badung. Di sini juga bisa mengagumi kemegahan blok bukit-bukit pasir raksasa berbentuk balok-balok yang menjulang di sisi kanan kiri taman, dan nantinya akan dihiasi pahatan-pahatan. GWK juga mewadahi berbagai pagelaran seni dan Tari Bali yang bisa ditonton di Amphitheatre.

4. Pura Uluwatu

Sebuah Pura suci yang berdiri anggun di atas ujung bukit karang yang menjorok ke laut. Pemandangan Pura ini sangat memukau dengan dilatari laut biru kehijauan dan sunset yang cantik. Pura ini ikut dihuni oleh sekawanan monyet yang dipercaya sebagai penjaga kesucian Pura, tingkahnya usil jadi hati-hati pada barang-barang yang dikenakan. Ketika berkunjung masuk ke Pura ini, perlu mengenakan pakaian khusus sarung, selendang, atau sabuk khas Bali sebagai simbol penghormatan akan kesucian Pura Uluwatu. Kalau beruntung, juga bisa menyaksikan suguhan Tari Kecak dan upacara ritual Bali di Pura ini.

5. Ubud

Ubud adalah daerah pusat wisata budaya dan kesenian di Bali yang letaknya di dataran tinggi, agak menjauhi kawasan pantai-pantai Bali. Desa-desa perajin ukiran patung, seni tari, seni tabuh, seni lukis, dan toko-toko kerajinan lokal bisa dijumpai di sepanjang jalan Gianyar menuju kawasan Ubud. Beragam aktivitas bisa dilakukan di tengah-tengah kesejukan Ubud, seperti bersepeda di sawah terasering, melihat proses pembuatan kerajinan lokal, menonton Tari Kecak Api, Berbelanja di Pasar Ubud, mengarungi jeram di Sungai Ayung, wisata museum, dan berkuliner ria.

Yuk, kita ke Bali! *langsung ngecek tanggal libur & harga tiket*

Short Story #312: Ga Perfect

Jenny tergopoh-gopoh menaiki tangga gedung apartemen Rena.

Hanya 3 lantai, ucapnya dalam hati. Lebih cepat daripada menunggu lift, tambahnya lagi.

Ada alasan kenapa ia begitu terburu-buru meski baru 30 menit yang lalu ia sedang siap-siap berangkat ke kantornya. Ia membaca update di facebook dari Rena.

Just ended the relationship. Begitu tertulisnya.

Tak mau mengulangi seperti kejadian terakhir yang melibatkan ambulans dan UGD, Jenny pun langsung menyuruh taksi pesanannya ke alamat Rena, bukan kantornya.

“RENA! BUKA PINTU!” Jenny menggedor-gedor. “RENAAA!!”

Klik! Bunyi kunci pintu dibuka pelan. Tak terdengar isakan atau kesedihan apapun. Suara panik yang ia duga akan terdengar pun justru terdengar dari dirinya. Tapi…

“Are you OKAY?!” Jenny menyerbu masuk ke dalam apartemen Rena dengan rambut awut-awutan.

“Kenapa gue harus ga oke?” Rena menjawab. Kalem.

“Sini! Liat tangan lo!” Jenny menarik kedua tangan Rena dan mengecek pergelangannya. Hanya ada bekas luka di salah satunya, yang lainnya mulus. Tapi keduanya dingin.

“Jangan parno, itu dingin karena gue tidur ga pake selimut semaleman.”

“Hhh…” Jenny melepas tangan Rena setengah mendorong. “Entah gue harus sebel tapi lega, atau nyesel tapi khawatir…”

“Keep calm. I’m still alive.” Rena menjawab sambil melempar dirinya ke sofa, lalu rebah.

Jenny menutup pintu, lalu duduk di salah satu kursi dekat sofa.

“Beneran, tapi ‘kan?”

“Beneran, kok. Tapi gue ga se-desperate dulu. Gue sepenuhnya sadar kalo dulu itu BODOH banget.”

“Baguslah. Kalo gitu-”

“-Tapi… apa sih yang kurang dari gue?” Rena mendadak menangis sambil menutupi mukanya dengan bantal sofa.

Jenny mendekat. “Cowok masih banyak, Ren.”

“Tapi gue pengen dia. Ga mau yang lain.” Rena menjawab. “Dia tuh baik, cakep, suka olahraga, taat ibadah, sopan santun, fokus, dan punya tujuan yang jelas di hidupnya. Paling penting, dia bisa ngehargain cewek!”

“Pasti ada kok cowok yang lain kaya’ dia, Ren.”

“Gue cuma mau dia, Jen. He’s perfect!”

Jenny tak menjawab. Dia membiarkan Rena larut dalam tangisannya. Tapi, hanya untuk beberapa menit karena Rena mendadak duduk tegak.

“Dia ga perfect! Dia ada satu kekurangan!” Rena berteriak. Kesal.

“Good, Ren. Liat kekurangannya, mungkin itu bisa bantu move on.” Jenny sedikit kaget sambil bersyukur.

Rena menatap Jenny tampak tak percaya, sementara Jenny terlihat bingung.

“Kurangnya cuma satu, Jen.. Dia kurang suka sama gue…” lanjut Rena dengan menangis lagi.