Month: September 2015

Short Story #290: Mendengar

“Aku paling takut kalo suatu hari nanti penglihatanku mulai berkurang.” Arjuna berkomentar di sela-sela menunggu dosen masuk kelas. “Kenapa?” Lestari, salah satu teman kuliahnya bertanya. “Ya coba dipikir aja, mata sebagai penglihatan kita itu ngebantu banget semua aktivitas kita. Masih bisa ngeliat sekalipun, kalo udah ga ada cahaya pasti susah kan mau beraktivitas.” Arjuna memberi

Short Story #289: Hak

“Ada baiknya kita kelarin semua secepet mungkin.” Gita menganjurkan sambil menyodorkan selembar kertas di atas meja. Hans melihat sekilas, lalu kembali membuang pandangan ke arah luar jendela. “Aku ga mau.” “Udah terlalu banyak waktu terbuang, Hans.” Gita sedikit mendesak. “Biar saja, itu kan waktumu. Aku sih, punya banyak waktu.” Gita menarik napas. Hampir saja ia

Short Story #288: Nama

“Susah bener punya nama gue, ya.” Steffi mengeluh. “Lah, kenapa emang?” tanya Ari menemani siang itu di kantin sekolah. “Nyadar ga sih lo, nama gue tuh potensial banget buat salah arti dan salah tulis.” Steffi menjelaskan. “Eng… iya sih.” Ari mengingat-ingat momen saat guru seringkali salah tulis nama Steffi dan salah memanggil juga. “Apa gue perlu ganti nama

Short Story #287: Kebanyakan

“Terlalu memang…” Ben menendang-nendang pelan kerikil di dekat kakinya. “Ikhlasin, Ben.” Aura berkomentar. Pipinya masih basah oleh air mata. “Tapi ini keterlaluan, sih..” Ben melanjutkan sambil berjongkok. Ia terlihat geram. “Yang penting dia udah di tempat yang lebih baik.” “Mudah-mudahan.” Ben berharap. “Mudah-mudahan juga Polisi bisa nemuin siapa yang jadi penyebabnya.” Ferdi yang sedari tadi

Smooth Experience with Korean Air

Udah lama ga nulis terkait jalan-jalan alias ngetrip, mau coba mulai lagi ah sekarang. 🙂 Sekitar medio Desember 2013 lalu, saya berkesempatan untuk berkunjung ke Korea Selatan – tepatnya Seoul dan sekitarnya, terkait dengan pekerjaan. Karena saya udah cukup lama ga ke wilayah bumi dengan 4 musim dan waktu persiapan yang cukup mepet sementara masih