Month: August 2015

Short Story #286: Susah Sembuh

“Ga masuk lagi si Merry?” Dania melihat bangku kosong di sebelahnya di dalam ruang ganti. “Masih recovery mungkin.” Michelle menjawab santai sambil melanjutkan ganti baju. “Recovery apanya?” “Ya hatinya laaahh..” Michelle memberitahu. “Ga gampang kali buat dia diputusin sama cowoknya.” “Emang hatinya luka gitu?” “Sepertinya begitu.” “Lah…” Dania berkomentar sambil kemudian menyelesaikan ganti bajunya dengan

Short Story #285: Lari

“Lagi ngetren banget kaya’nya ya acara lari-lari itu.” Heru berkomentar sambil meletakkan surat kabar di meja yang bergambarkan iklan promosi acara lari. “Iya. Ada beach run lah, night run lah, macem-macem run, lah.” Joanne merespon sambil masih memainkan ponselnya. “Sponsornya lagi pada demen kali.” Farah menambahkan santai. “Padahal acara begituan bayar, ‘kan. Kalo mau lari

Short Story #284: Mabuk

“Baru tau gue kalo lo minum juga.” Sharon mengomentari Nicky yang baru duduk dengan segelas bir di tangannya. “Lah, semua orang pasti minum bukan? Kalo engga, abis makan seret dong.” Nicky menjawab dengan cepat lalu meneguk birnya. “Maksud gue, gue kirain lo ga minum bir.” Sharon menjelaskan. “Jangankan bir, waktu naik pesawat Singapore aja itu kapan tau,

Short Story #283: Peraturan

“Peraturan dibuat untuk dilanggar.” Jamie mengomentari posisi parkir kendaraan di seberang mobil yang ia tumpangi. “Kesian ya, ga bisa ngeliat garis petunjuk posisi parkir.” Daniel merespon sambil menutup pintu mobil lalu mengunci. “Keburu-buru ‘kali.” Michelle menanggapi dari depan kap mobil. “Jangan selalu mikir positif, lah.” Jamie menjawab sambil kemudian mengambil foto kendaraan yang parkirnya salah tersebut,

Short Story #282: Shared

“Curhat bener status lo.” Riko berkomentar sambil melihat layar ponselnya yang sedang membuka aplikasi pertemanan digital. “Ehehehe… Boleh dong curhat dikit di sosmed. Kali-kali ada yang bisa bantuin dapet jodoh.” Meitha menjawab sambil mengambil potongan pizza lagi dari meja. “Emang apa sih statusnya?” Violet penasaran sambil menoleh pada Riko. Ia malas mengeluarkan ponselnya untuk mengecek,