Month: June 2015

Short Story #277: The First

“Siapa, Ren?” Cathy bertanya sambil menyetir pada Rena yang duduk di sampingnya. “Nyokap.” Rena menjawab singkat. “Lo kok kaya’ ga seneng gitu ditelepon dia?” Cathy penasaran sambil tetap fokus ke jalanan. “Bosen aja gue, ditelponin sejam sekali gini.” Rena memberitahu. “Gue kan udah gede, tapi kok ya diteleponin kaya’ anak sekolahan gitu. Dicariin lagi di

Short Story #276: Same Page

“Sampe mana terakhir kali?” Aurora bertanya. “Apanya?” Jones balik bertanya. “Kita.” Aurora menjawab. Jones tak menjawab dan hanya mengalihkan muka. Ia tidak menyangka jika Aurora akan menanyakan hal itu. Sama seperti ia tak menyangka jika akan bertemu Aurora hari ini, di bandara. “Ayolah, buktikan kalo ingatanmu kuat, Jon..” Aurora mengiba. “Malas aku.” Jones menjawab sambil

Short Story #275: Lies

“So this is it?” Emma bertanya basa-basi sambil memainkan ujung jarinya di pinggiran gelas kopi. “Ya, sepertinya ga ada opsi yang lain.” Panji memberitahu sambil duduk tenang bersandar. Emma coba tersenyum kecil, meski hatinya retak dan siap pecah berantakan. Kenapa dia ga coba nahan aku? “Baiklah.” Emma akhirnya merespon. “Give me few days to take

Short Story #274: Standard

“Ga capek single terus?” Wanda bertanya pada sahabat lamanya, Cathy yang tengah menemaninya di coffee shop. “Single-nya ga capek, nyari dan nunggu orang yang tepatnya yang capek.” Cathy merespon sambil kemudian menyeruput kopinya. “Lah, emang yang selama ini datang dan pergi, ga ada yang tepat?” Wanda bertanya lagi. “Kalo ada yang tepat, ga bakalan datang

Short Story #273: Tunggu Waktu

“Kalo diperhatiin baik-baik, banyak hal-hal kecil yang bisa dijadikan alasan kita buat bersyukur, ya.” Februa berceletuk sambil membiarkan desau angin meniup rambutnya untuk kesekian kalinya. “Tentu saja.” Michael menjawab. “Contohnya juga banyak.” Februa meneruskan sendiri. “Langit malam yang bersih. Lokasi yang bagus buat ngeliat kota. Sampai dengan suhu udara yang enak dengan beberapa angin.” “Juga