Month: January 2015

Short Story #255: Empty

“Berhentilah bermuram durja.” Cathy menegur sahabatnya, yang berdiam diri saja di ruang tengah flat mereka. “Engga, kok.” Rose menjawab sedikit enggan sambil menatap gelapnya langit yang sesekali dihiasi gemerlap kembang api dari jendela mereka. “Buka aja pintu kacanya, sekalian ke balkon.” Cathy menyarankan. “Buat apa?” “Biar suara kembang apinya juga kedengeran.” Cathy memberitahu. “It’s new

Short Story #254: Jakarta

“Gue ga pernah ngerti kenapa lo demen banget naik busway malem-malem, ke arah ujung satunya dulu baru kemudian pulang. Jadi muter-muter ga jelas, padahal rumah lo deket banget kalo sekali jalan pulang.” Eko berkomentar sambil memegang pegangan bus transjakarta yang sedang berjalan. “Sengaja. Buat liat-liat.” Kania memberitahu. Ia duduk di depan Eko yang berdiri di

Short Story #253: Bukan 4L4y

“Pinjem laptop lo dong, bentar.” Jim meminta. “Ada tuh, di meja makan.” Sandra memberitahu sambil masih asik memotong-motong sayuran di dapur. “Udah nyala?” Jim bertanya sebelum beranjak. “Udeh.” Jim kemudian pergi menuju meja makan, dan menggerakkan jemarinya di atas touchpad. “San, passwordnya apaan?” Jim setengah berteriak. “Nama gue ya, alay.” Sandra menjawab setengah berteriak juga

Short Story #252: Jam Tangan

“Besok-besok tolong ingetin aku supaya ga beli jam tangan lagi di mall ya.” Ariana berkomentar sambil masuk mobil. Hendra, kekasih yang menjemputnya mendengarkan sampai kemudian Ariana duduk dan menutup pintu. “Ditipu?” Hendra menebak sambil mulai menjalankan mobil. “Ya gitu deh.” Ariana menghela napas kesal. “Ga ada garansi?” Hendra bertanya lagi. “Ada sih, cuman males aja