BUKK! Randy meninju dinding ruang tamu dengan kepalan tangannya. Matanya terasa panas. Dadanya sesak. Napasnya memburu, namun perlahan memelan. Tak ada sakit yang terasa di tangannya. Bahkan, ia tak merasakan apa-apa untuk beberapa waktu sampai aliran darah dan otot di tangannya berdenyut protes. Tapi, ia abaikan. Ia menatap perempuan di depannya yang balik menatapnya tajam. Randy tahu