Month: August 2014

Short Story #248: Berharga

“Kalo udah gini, rasanya kepengen mati aja.” Lukas berceloteh sambil membuang napas. “Udah ga ada harganya lagi kayanya gue jadi orang.” “Hus!” Rania langsung merespon. “Pamali, tau!” “Apa sih itu pamali? Gue ga percaya hal begitu itu.” Lukas langsung bereaksi. “Better you don’t say that. Kalo kejadian ya nanti bisa nyesel seumur hidup.” Rania menjelaskan.

Short Story #247: Broken

TOK! TOK! Pintu apartemen diketuk. Walau Aldo tengah asyik beres-beres, tapi ia tetap segera menuju pintu sebelum terdengar ketukan sebelumnya. Mudah-mudahan itu deliverynya! “Hai..” Santi menyapa di balik pintu yang terbuka. “Hei…” Aldo kikuk. Terkejut sekaligus kecewa. “Kamu beneran udah pulang ternyata.” “Ya.. begitulah.” Aldo menjawab lagi. Ia masih membuka setengah pintunya sambil menghalangi dengan

Short Story #246: Fixed

“Penasaran aja nih Ren, kenapa kamu mau nerima lagi Adit?” Lola bertanya sambil menyetir mobilnya di tengah jalan Jakarta yang macet. “Karena aku sayang sama dia.” Rena menjawab singkat. “Beneran sayang?” Lola bertanya lagi. “Iya.” Lalu hening. Lola diam sambil kemudian menghentikan mobilnya di depan lampu merah. “Kenapa kamu nanya begitu?” Rena balik bertanya. “Aku

Short Story #245: Rasa Sakit

“Suster, tolong siapin beberapa perban dan juga obat merah ya buat pasien bapak….” Lena membuka tirai UGD lalu kehabisan kata-katanya saat ia menyadari seorang pria yang tengah berbaring di ranjang dengan beberapa perban dengan warna merah. “Hai Len.” pria itu menyapa. Lena sempat diam sejenak. “Suster, tolong siapin juga catatan medis baru buat pasien.” Lena