Month: July 2014

Short Story #244: Maaf

“Gimana mudiknya?” Joanna bertanya setiba di kantor ke Frans, teman sekantornya. “As always, macet.” Frans menjawab tanpa memindahkan pandangan dari layar laptopnya. “Ya kalo ga macet bukan mudik namanya.” Joanna merespon sambil kemudian duduk dan membuka laptopnya di mejanya, yang terletak di sebelah meja Frans. “Ya gitu deh.” “Trus?” “Trus apa?” “Trus, kumpul keluarganya seru?”

Short Story #243: Jauh Dekat

“Ternyata kabar itu benar. Kamu memang pergi hari ini.” Dara mengomentari seorang pria yang tengah menurunkan tas dari taksi di lobby keberangkatan bandara. Pria itu berbalik. Ia tak tampak heran dengan kehadiran Dara. “Aku percaya bukan kebetulan kita bisa ketemu di sini, sekarang.” Ihsan menjawab sambil membayar taksi lalu mulai mengenakan tas punggungnya, serta mengangkat

Short Story #242: Benar Salah

“Dari mana kamu tahu mana kabel yang benar, dan mana yang salah?” Adam penasaran. Josh tersenyum sambil merapikan peralatan tukangnya. Ia baru saja memperbaiki instalasi listrik di rumah Adam. “Kata orang sih practice makes perfect.” Josh menjawab singkat. “Masa?” Adam tak percaya. Ia mengikuti Josh ke ruang tamu untuk membereskan sisa peralatannya. “Ya… itu kan

Short Story #241: Jauh

“Kamu lagi luang? Aku perlu bicara.” Imma mendadak menghampiri Yogi yang tengah asyik membaca buku di kantin kampus. “Aku lagi luang, tapi… bukannya kita sepakat buat ga ketemu atau ngobrol apapun dulu?” Yogi bingung. “Sudah kubilang kan, kalo AKU perlu bicara?” Yogi hendak membantah lagi seperti biasanya, tapi untuk kali ini ia diam. Membiarkan Imma