Month: June 2014

Short Story #240: Kuat

“What do you want?” Rani bertanya dengan nada ketus ketika ia mendapati David di anak tangga depan rumahnya. “Ketemu kamu.” “Buat apa lagi?” Rani bertanya lagi sambil kemudian berdecak malas. “Ada yang harus aku katakana.” David memberitahu. Ia masih berdiri di anak tangga depan rumah Rani. “Kamu bisa telepon. Nomerku masih ada, ‘kan?” “Aku lebih

Short Story 239: Aman

“Gimana Jepang? Asik kan jalan-jalan di sini?” Ita bertanya pada Topan, sepupunya yang datang berkunjung ke Tokyo sambil liburan. Mereka tengah berjalan santai sore di Yoyogi setelah menjelajah Shibuya. “Well, buat jalan-jalan oke. Tapi kalo buat kerja, kalo gue dibayar minimal 4x dari biaya hidup di sini, baru gue mau.” Topan memberitahu. “Kenapa?” “Kaya’nya kerja

Short Story 238: Pengakuan

“Aku mau ngakuin sesuatu sama kamu.” Sheila memberitahu Jerry di sela-sela acara rutin sabtu sore mereka: membaca buku di kedai kopi. “Ya?” Jerry mengangkat pandangannya dari buku yang tengah dibacanya ke Sheila yang duduk di depannya. “Dulu, kamu bukan pilihan pertamaku. Bahkan, kamu adalah pilihan terakhirku.” Sheila memberitahu. “Kalo ga ada yang lain dan sisanya

Short Story #237: Kangen

“Don’t you miss anything from home?” Rudy bertanya pada Lena yang berada di pelukannya sejak tadi di atas ranjang. “Hmm.. apa ya?” Lena memunggungi Rudy, namun masih berada dalam pelukannya. “Anything?” “Sepertinya ada.” “Yaitu?” Rudy penasaran. “I miss my husband.” Rudy diam sejenak. Terkejut. Ia berpikir sejenak dan berusaha hati-hati dengan pilihan kata selanjutnya. “So,

Godzilla (2014): Remake dari Hollywood yang (Lebih) Bagus

 Gojira! Gojira! Gojira! Hollywood takkan pernah kehabisan ide untuk memproduksi film. Mau itu film action, superhero, drama, keluarga, hingga tokoh fiksi. Jikalau mereka kehabisan ide orisinil, maka Hollywood akan mengadaptasi ide dari belahan dunia lain, memproduksi ulang dengan menambahkan di sana-sini sesuai taste mereka. Salah satunya adalah Godzilla. Secara pribadi, saya termasuk penggemar film maupun

Short Story #236: Menyerah

“Baiknya kamu pikirin lagi keputusan kamu sebelom berjalan di lorong nanti.” Isabel memberi saran sambil menyisir rambut Katrina. “Aku kira kita udah selesai bahas ini.” Katrina melihat Isabel yang berdiri di belakangnya dari cermin di depannya. Isabel menarik napas. “Dia ga layak buat dapetin kamu. Kenapa kamu masih cinta sama orang yang nyerah buat dapetin