Month: February 2014

Short Story #222: Penerimaan

“Harusnya kalian udah ga seperti ini lagi.” Jenny berkomentar saat Alya mendekatinya. “Udah terlalu lama.” “Maksudmu?” Alya langsung merespon sambil merebahkan badannya di kursi pinggir kolam. “Iya. Harusnya kalian udah ga pacaran.” “Aku ga mau putus dari dia. Aku udah terlalu sayang sama dia.” “Ya maksudku juga begitu. Kalo kamu udah terlalu sayang, harusnya udah

Short Story #221: The Best

“Kamu masih memakainya.” Catherine menepuk pundak Philip dari arah belakang. “Selalu.” Philip menoleh lalu menjawab singkat sambil kemudian berhenti memutar-mutar cincin di jari manisnya. “Dan kamu masih saja memperhatikan hal detil.” “Well.. kebiasaan lama susah hilangnya.” Catherine berkilah sambil menarik kursi di depan Philip. “Kamu pasti lebih tahu soal itu.” “Enggak juga.” Philip menjawab. Sejenak,

Short Story #220: Stay

Vanessa kembali menyeka air mata yang tersisa di ujung matanya. Sesekali, ia sesenggukan, walau sudah ia coba sembunyikan. Tak jarang ia menutup mata, berharap ketika matanya kembali terbuka semuanya hanyalah mimpi. Tapi, ini nyata. “Just let it go.” Eric coba menghibur sambil menaruh segelas cokelat hangat di depan Vanessa, sementara ia meminum cokelat lain di

Short Story #219: What We Can Do

“Kamu tahu kan, kalo aku ga bisa seperti yang mereka minta. Tahu, ‘kan?” nada suara Delia meninggi. Rama yang tengah duduk di depannya memegang tangan Delia, berusaha menenangkannya. “Aku tahu.  Sekarang, duduklah.” Delia hendak menepis, melepaskan pegangan Rama. Tapi… ia tak pernah bisa menolak sentuhan yang selalu membuatnya damai. “Aku benci, Ram. Aku lelah.” Delia