Month: January 2014

Short Story #218: Takut

“Udah tau bakal jawab apa sama Andre?” Lea bertanya pada Rahma yang tengah melamun di dekat jendela. “Entah. Sepertinya sudah, tapi aku masih ragu.” Rahma menjawab tanpa menoleh. Lea melempar tas selempangnya ke sofa di dekat jendela, lalu duduk di kursi tinggi di sebelah Rahma. “Kamu tau kamu mau jawab apa, tapi kamu ragu, gitu?”

Short Story #217: Jatuh Cinta itu Gampang

“Cukup. Aku ga mau jatuh cinta lagi.” Laura berkata. Raut mukanya tegas. “Yakin?” Stephanie bertanya. Tak yakin terhadap ucapan teman sekamarnya tersebut. “Iya. Aku yakin.” Laura menjawab. Genggamannya pada gelas minumnya mengencang. Stephanie mendesah. “Well, kalo memang itu keputusanmu. Tapi jangan sampe kamu begitu karena kejadian yang baru-baru aja sama Abdul.” “Maksudmu?” dahi Laura mengernyit.

Short Story #216: Alone

“Maybe, you should have someone new.” Bayu memberi saran pada Nia yang langsung menoleh setelah sejak beberapa menit sebelumnya hanya terdiam melihat keluar jendela. “Buat apa?” jawab Nia dengan pertanyaan. “Buat bantuin kamu ngelewatin semua ini. Buat bikin kamu jadi ngerasa lebih baik.” “Dari mana kamu tau kalo aku ga ngerasa lebih baik?” nada suara

Short Story #215: Keyakinan dan Kenyataan

Ira menyeruput kopinya yang mulai dingin dari gelas kertas di genggamannya. Sudah hampir sejam ia belum bergerak dari posisinya. “Kamu harus istirahat.” Joseph memberitahu Ira dari ambang pintu. “Nanti aja. Gampang.” Ira segera menjawab tanpa mengalihkan pandangannya. “Toh aku juga ga ngapa-ngapain, dari tadi cuman duduk doang.” “Fisikmu iya, tapi batinmu?” Ira mendengus saja. “Ayolah,