Month: December 2013

Short Story #214: Fondasi

“Terus aja semuanya pergi.” Jenny berkomentar pendek. Lina mencoba tetap fokus mengepak barang-barangnya. “Tinggalin aja aku sendiri.” Jenny meneruskan kalimatnya. Kali ini sambil menyilangkan kedua tangannya di dada. “I’m not leaving you.” Lina akhirnya merespon. Berdiri dan menatap ke arah yang sedang melihat ke arahnya. “Trus, kenapa kamu tetep pergi?” “Karena aku harus.” Lina memberitahu,

Short Story 213: Giving Up

“Kita harus bicara.” Maya memberitahu segera setelah Robin masuk ke dalam apartemennya. “Aku tahu. Kamu sudah bilang seperti itu di telepon.” Robin merespon sambil langsung duduk di kursi, di samping sofa yang tengah diduduki Maya. Maya menarik napas. “Kamu yakin mau ngelakuin ini? Sama aku?” Maya bertanya. “Kenapa engga?” “You’re not answering my question.” Maya

Gyeongbok: Kediaman Raja-Raja Korea

Korea, negeri yang terletak di sebuah semenanjung antara China dan Jepang ini adalah sebuah negara yang memiliki sejarah cukup panjang. Baik itu pada jaman kuno, maupun jaman modern. Sejarah yang kini menjadi salah satu landasan kuat dari budaya bangsa. Dan, salah satu saksi berbagai sejarah tersebut adalah Gyeongbok, sebuah istana yang dulu pernah menjadi kediaman

Short Story #212: Babak Baru

“Kamu diem aja dari tadi.” Alda mengomentari Jessica, rekan seperjalanannya. “Lagi pengen.” Jessica memberitahu. “Tumben banget.” Alda memberitahu. “Dari kemaren sebelom kita berangkat, kaya’nya kamu excited banget bilang mau begini-begitu di sini.” “Iya sih.” Jessica menjawab. “Trus?” Alda penasaran. Sebuah pemberitahuan mengenai kedatangan subway di stasiun terdekat pun terdengar. Jessica masih diam tak menjawab dan

Short Story #211: It’s Not About Never Losing

“Jangan bilang kalo kamu ragu.” Ferdinand menerka bahasa tubuh Amalia yang gelisah sedari tadi. Amalia terdiam. Ia menatap Ferdinand di depannya lalu kembali menatap gelas kopinya yang mulai kosong. Belasan menit ia terdiam sejak Ferdinand datang. Padahal, ia sendiri yang mengajak Ferdinand untuk bertemu karena ia ingin mendiskusikan sesuatu. “Aku ga tau.” Amalia akhirnya membuka

Short Story #210: Bersama-sama

“Lama-lama aku ga ngerti Andry.” Vania berkomentar sambil duduk di sofa. “Maksudnya?” Melisa bertanya. Vania memandang roommate-nya sekilas, lalu menarik bantal hingga menutup kepalanya sambil tiduran. “Something bad happened?” Melisa bertanya lagi. Penasaran. “Justru itu. Aku ga tau apa yang terjadi.” Vania memberitahu dari balik bantal. Melisa pindah mendekati Vania. Ia duduk di dekat pinggangnya.