Month: September 2013

Short Story #200: Super

“Gimana ya rasanya jadi pahlawan super?” celetuk Michelle sambil memandang ke langit biru di luar jendela bus sekolah yang sedang berjalan. “Pahlawan super? Maksudmu, superhero?” Reza yang duduk di dekatnya merespon, sambil melepas earphone ipod-nya. “Iya, superhero.” Michelle menjawab. “Rasanya gimana ya?” “Gue tau.” “Eh, emang gimana?” “Supeeeerrr..” jawab Reza sambil menirukan gaya bicara seorang

Short Story #199: Stop and Start

“Jiah, lebih milih yang menor-menor ternyata.” celetuk Anggi di dalam perpustakaan. Ia tengah berdiri melihat keluar jendela, di balik salah satu rak buku terjauh. Lokasi favoritnya untuk menghabiskan waktu atau sekadar kabur dari mata kuliah yang membosankan. “Siapa?” Brian, sahabat Anggi yang berbeda jurusan, bertanya dengan hanya menggerakkan kepalanya saja, namun masih duduk di lantai

Short Story #198: Ga Adil

“Kenapa kamu ga ngebiarin aku aja? Kenapa…?” Tiara bertanya lemah ketika menyadari Wahyu memegangi tangannya. Wahyu tak menjawab. Sejak menemukan Tiara beberapa menit lalu, ia sibuk membelitkan seutas kain panjang ke pergelangan tangan Tiara yang berlumuran darah. “Lepasin aku… lepasin…” Tiara meminta. Wahyu tak merespon. Kali ini, belitan kainnya sudah selesai dan ia mengambil handuk

Short Story #197: Beruntung

“Gimana kabarnya sekarang?” tanya Dania pada Sally sambil menyuguhkan dua gelas jus jeruk di meja dapurnya saat Sally tengah berkunjung. “He’s good. Kondisinya prima malah. Apalagi semalam.” Sally menjawab sambil sedikit tersipu malu. “Oh come on.. aku ga nanya soal hubungan fisik kalian atau apapun yang kalian lakukan dengan fisik itu.” Dania berkomentar. Sally tersenyum