Month: March 2013

Ketika Jarak Ga (Begitu) Berasa

Saya pekerja kantoran. Istri saya juga pekerja kantoran. Tapi, sepanjang periode setaun terakhir saya beberapa kali harus ngelakuin perjalanan keluar kota (dan bahkan keluar negeri), istri saya pun demikian halnya, dengan waktu perjalanan yang macem-macem. Otomatis, komunikasi jadi hal yang penting. Apalagi, di periode setaun ini saya dan istri baru dikaruniai anak pertama. Jadi, rasa

Short Story #174: Alasan Berubah

Dania berlari-lari kecil di antara lorong supermarket, kemudian menepuk pundak seorang pria yang segera melihat ke arahnya dengan mimik terkejut. “Sudah lama ga ketemu. Gimana kabarmu, Mar?” Dania bertanya. “Baik.” jawab Umar singkat. Tangannya meremas pegangan troli belanja. “Sehat-sehat semua?” Dania bertanya lagi. “Well.. as you can see right now.” jawab Umar. “Yang paling penting

Short Story #173: Kecewa

“Mending kamu pikirin lagi, deh Ran..” Tio menyarankan sambil mengulurkan tangannya. Rani tak memedulikan saran Tio. Ia juga tak melihat sama sekali uluran tangan Tio. “Masih banyak hal yang bisa kamu lakuin, lho Ran..” Tio memberitahu lagi. “Seperti apa?!” Rani tiba-tiba merespon dengan membentak. Tio langsung berpikir cepat. “Keliling dunia mungkin? Atau keliling Indonesia?” “BUAT

Short Story #172: Siapa Bapaknya?

“Seinget bapak, pelajar sekolah berseragam dilarang masuk mal ini.” Ronald menegur Isabella, salah satu anak didiknya di sekolah. Isabella berbalik dari kursi duduknya, lalu melihat Ronald, “Ah bapak. Kan ini udah bukan di jam sekolah. Lagipula, saya kan ga pake baju seragam.” “Lah, itu roknya?” Ronald menegur lagi. “Yailah, Pak. Rok ini sih motif batik,

Serunya Internetan Terus Pake Telkomsel Flash!

Dulu saya ga pernah ngerti kenapa pacar saya sering bener internetan: fesbukan, browsing, surfing pake hape. Iya, dulu masih pacar, sekarang kan udah jadi istri. Btw, back to topic >> saya dulu kalo ga salah pernah komentar gini soal kebiasaan internetan via hape itu, “Ngapain sih internetan dari hape? Bukannya mahal ya per kilobyte datanya?”

Short Story #171: Cita-cita

“Kaya’nya, ga jadi deh sekolah lagi taun ini.” celetuk Armand sambil meneruskan corat-coret kertas di atas meja dapur. Tina yang tengah menyeruput kopi di dekat kulkas, langsung bertanya. “Kenapa?” “Ya.. karena ada hal lain yang lebih butuh perhatian. Kaya’nya ya.” jawab Armand segera tanpa mengalihkan pandangannya dari kertas yang tengah ia corat-coret tadi. “Emangnya apa?”