Month: February 2013

Short Story #170: Nunggu Pulang

Sisca keluar dari mobilnya dengan langkah gontai. Lelah. Yang ada di pikirannya adalah betapa inginnya ia untuk berendam air hangat di bak mandi, sambil mungkin… dimanjakan oleh pijatan dari tangan-tangan kokoh Andre – kekasihnya, mumpung malam ini jadwal Raul menginap di rumah neneknya. Apalagi, malam ini kan malam ulang tahunnya. Ah, pikiran itu terlalu muluk,

Short Story #169: Denganku

“Pergilah.” Widya memerintah setelah mengintip dari lubang di pintu tanpa membukanya. “Ngetok pintu aja, belom Wid. Kamu udah nyuruh pergi aja.” Hasan merespon dari luar pintu. “Aku tahu itu kamu yang dateng…” Widya memberitahu. “Kan frontdesk di bawah udah aku titipin pesen kalo kamu yang dateng, aku suruh buat kasitau aku.” “Oh, pantesan berubah banget

Short Story #168: Keledai

“Menurut lo, apa makhluk paling bodoh sedunia?” Rasyid tiba-tiba bertanya pada Amanda yang sedang membaca buku di sebelahnya. Amanda diam sejenak sambil berpikir. Tak lama, ia kemudian menoleh pada Rasyid. “Makhluk yang ngelakuin sesuatu yang ga bener, sampe berkali-kali.” “He? Maksudnya?” Rasyid bertanya lagi. Semula ia sebenarnya hanya sedang iseng, tapi jawaban Amanda membuat rasa

Short Story #167: Seperti Janji

“Is he meeting her again?” tanya Asti sambil menaruh segelas teh hangat. “Aku ga tau. Aku juga ga berusaha buat tau.” Laras menjawab sambil tetap mendekap lututnya, dan menghadap jendela. Asti meneguk segelas teh hangatnya. “Why don’t you leave him?” “I can’t.” “Kenapa? Karena kamu takut ga bisa survive?” Laras menghela napas. Lalu membalikkan tubuhnya,

Short Story #166: Dunia Nyata

“Susah amat, yak..” Annisa bergumam sendiri sambil kemudian mengepalkan tangannya karena sebal. “Apanya yang susah?” Haris yang sedang duduk di dekatnya langsung merespon. “Itu.. gue lagi coba nginget-nginget lagi mimpi gue.” Annisa memberitahu. “Emang mimpi apaan?” Alfa bertanya sambil menghampiri setelah mendengar dari jauh. “Ah.. ikutan aja loe.” Haris menyela. “Yee.. gue kan nanya Nisa,

Short Story #165: Salah Ingat

“Lho, baru dari mana, loe? Kirain masih molor di kamar!” Taufik menyapa Samuel, teman kost-nya yang baru saja tiba dan mengunci motornya di parkiran kost. “Ada lah, urusan dikit dari pagi.” jawab Samuel pelan sambil kemudian berjalan menghampiri kursi duduk di salah satu teras kamar kost. “Tumben bener..” Taufik berkomentar. “Ya… urusan ini-itu deh.” Samuel