Month: January 2013

Short Story #164: Bulan Purnama

“Nanti malam ada acara, ga?” Dea bertanya, sambil mengalihkan pandangannya sebentar. “Emang kenapa?” Tono balik bertanya tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop. “Yaa.. siapa tau mau ke mana gitu.” Dea bertanya lagi. Memancing. Tono berhenti bekerja sebentar. Ia melihat Dea yang sedari tadi berdiri di sampingnya, dengan sedikit menurunkan kacamatanya. “Ga ada acara.” “Baguslah.” Dea segera

Short Story #163: Terjaga

“Jangan bilang kamu di sini dari semalam..” Dena menegur Erwin yang tengah duduk diam sambil menikmati kopinya pada kedai kopi di lantai dasar apartemen. “Umm.. you got me.” Erwin menjawab singkat, sambil membiarkan Dena duduk di kursi depannya. “It’s not the first time, though.” “Yep.” jawab Erwin. “And I don’t think, it might be the

Short Story #162: Bahagia Itu…

“Berapa jam lagi?” Tasya bertanya Wahyu, lelaki di sebelahnya. “Masih lama.” jawab Wahyu tanpa melihat Tasya. “Iya, tapi aku mau tahu berapa lama lagi persisnya.” Tasya menekankan sambil masih tetap melihat ke arah Wahyu. “Jawab sajalah pertanyaanku.” “6 jam lagi kurang lebih.” Wahyu kembali menjawab sambil melihat ke arah arlojinya. “Oh. Harusnya cukup ya buat

What Makes a Media So Unique?

Sudah lazim dan jamak diketahui, sebuah produk apabila ingin bertahan cukup lama maka ia wajib memiliki ciri khas. Hal serupa juga berlaku untuk produk media, baik media cetak, media elektronik, hingga media digital atau online. Meskipun bentuk dan cara penyampaiannya berbeda, namun faktor-faktor yang dapat membuat sebuah ciri khas kurang lebih sama. Penasaran? Sebelum melangkah

Short Story #161: Nice Lunch

“It was a nice lunch.” sebuah jendela pesan online muncul di layar laptop Brama. Lani, tertera di nama pengirimnya. “Yes. It was.” Brama mengetik untuk menjawab sambil mulai menutup jendela aplikasi lain di laptopnya. “Maybe we should do it more often.” pesan dari Lani kembali terbaca. “Yeah, maybe…” jawab Brama lagi. “Kamu dapet referensi dari

Short Story #160: Mengalami Saat Ini

“Kenapa loe masih mau sama gue?” Adam bertanya sambil melihat ke Juwita yang sedang duduk anteng di depannya sambil melihat ke luar jendela coffee shop. “Maksud loe?” Juwita bertanya balik dan melihat ke arah Adam. “Iya, kenapa loe masih mau sama gue, meskipun loe tau gimana kondisi gue?” Adam bertanya lagi. Juwita mendengus sambil kemudian

Tentang Tanggung Jawab & Perlindungan

DISCLAIMER: Postingan berikut ini lebih baik dibaca oleh kamu yang berusia 18 tahun ke atas. Karena materi di dalamnya kurang cocok buat kamu yang berusia di bawahnya. Kalo masih maksa buat baca, pastikan kamu didampingi oleh mereka yang telah berusia 18 tahun ke atas. Apa yang pertama kali terlintas di pikiran begitu mendengar kata “kondom”?