Month: November 2012

Short Story #152: Masa Lalu

“Lho, loe suka nongkrong di sini juga?” seru seorang wanita sambil menepuk pundak Arya yang tengah menonton pertandingan ulang sepakbola di TV. Arya melihat ke arah wanita tadi yang kini sudah berdiri di samping kanannya. Dahinya berkerut. “Pasti loe lupa sama gue..” wanita itu berkomentar. “Gue Sheila, temen sekelas loe pas SMA dulu..” Kerutan di

Short Story #151: Melangkah Bersama

“Kopimu sepertinya sudah dingin.” Jane memberitahu Romeo. “Oh, ya?” Romeo seakan tersadar dan langsung mendekatkan cangkir kopinya ke bibir tanpa meminumnya, lalu menyadari aroma hangatnya sudah hilang. “Iya, sudah dingin.” “Mau pesan lagi?” tanya Jane. “Ga. Ga usah.” jawab Romeo sambil menaruh cangkir kopinya, lalu menatap keluar jendela kedai kopi lagi seperti sebelum diberitahu Jane

Lebih Besar, Lebih Cepat Berkembang, Lewat Digital

Apapun bisa dibisniskan. Pendapat itu seringkali dilontarkan oleh mereka yang berwirausaha, atau minimal memiliki naluri untuk berwirausaha. Dan, bisnis itupun ga harus langsung besar, bisa dari yang kecil-kecil dulu. Yang penting, terus berkembang,  dan fokus. Lalu, bagaimana berbisnis itu? Agak sulit menjawabnya, karena saya bukan (tepatnya belum jadi) pemilik bisnis. Saya masih jadi pekerja bisnis

Short Story #150: Happiest People

“Aku kadang penasaran gimana bisa ada orang yang sudah berusia lanjut tapi aura wajahnya memancarkan kebahagiaan.” Eva membuka pembicaraan sore itu di kedai kopi. “Sepertinya, hidupnya begitu bahagia, indah, ceria.” “Siapa yang seperti itu?” Jasmine, rekan sekerjanya merespon dari kursi seberang. “Ya banyak.” jawab Eva singkat. “I found them on my families, friends, office-mates, colleagues,

Short Story #149: Keinginan Dunia

“Aku masih ga ngerti kenapa kamu harus ngebuang kesempatan itu, begitu aja.” Vany berkomentar kepada Rizki, rekan kerja yang kubikelnya bersebelahan dengan miliknya. Rizki berhenti menatap layarnya, lalu melihat ke arah Vany. “Ya, kamu ga harus ngerti, sih.” Vany menarik napas. Cangkir kopinya ia simpan di atas pembatas kubikelnya. Ia lalu berdiri menyandar sambil masih